Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2012

Daftar gaji PNS, TNI, POLRI Tahun 2012 ( PP No. 15, 16, 17, 18, 19, 20 Tahun 2012 )

Peraturan Pemerintah  no. 15-20 Tahun 2012 Tentang Gaji PNS, TNI, POLRI, Pensiun Pokok dan Janda/Dudanya

PP no. 15 Tahun 2012 tentang Perubahan Keempat Belas atas PP no. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS
Lampiran PP no. 15 Tahun 2012

PP no. 16 Tahun 2012 tentang Perubahan Keempat Belas atas PP no. 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota TNI
Lampiran PP no. 16 Tahun 2012

PP no. 17 Tahun 2012 tentang Perubahan Keempat Belas atas PP no. 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian NRI
Lampiran PP no. 17 Tahun 2012

PP no. 18 Tahun 2012 tentang Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan PNS dan Janda/Dudanya

PP no. 19 Tahun 2012 tentang Penetapan Pensiun Pokok Purnawirawan, Warakawuri/Duda, Tunjangan Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, dan Tunjangan Orang Tua Anggota TNI

PP no. 20 Tahun 2012 tentang Penetapan Pensiun Pokok Purnawirawan, Warakawuri/Duda, Tunjangan Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, dan Tunjangan Orang Tua Anggota Kepolisian NRI

READ MORE - Daftar gaji PNS, TNI, POLRI Tahun 2012 ( PP No. 15, 16, 17, 18, 19, 20 Tahun 2012 )

Sabtu, 14 Mei 2011

Tiga Mata Pelajaran Diserahkan ke Daerah

Untuk mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah diimplementasikan sampai tahun ajaran ini. Menurut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, kurikulum tersebut tengah dikaji ulang untuk disempurnakan. "Akan ada pembagian pengelolan kurikulum mata pelajaran antara pusat dengan daerah," ujarnya Jumat (7/5) di Jakarta.

Ada lima mata pelajaran umum akan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional yakni Bahasa Indonesia, matematika, pendidikan kewarganegaraan (PKn), pendidikan sejarah, dan pendidikan  agama. ¨Itu bukan mengurangi lingkup otonomi sekolah dalam pengelolan kurikulum, tapi terlebih dikarenakan kelima pelajaran ini yang menjadikan kita rekat secara nasional. Jadi akan tetap diserahkan pengelolaan kurikulumnya pada pemerintah pusat. Paling hanya pendekatan penyampaian materinya saja yang diberikan otonomi," ujarnya.

Lalu, tiga mata pelajaran yang diserahkan pengelolaan kurikulumnya kepada pemerintah daerah yakni Bahasa Inggris, ilmu pengetahuan alam (IPA), dan ilmu pengetahuan sosial (IPS). ¨Sehingga nantinya sekolah-sekolah yang ada di kabupaten/kota dapat lebih mengeksplore potensi-potensi daerahnya untuk bisa dimasukkan dalam bahan ajaran," tutur Menteri Nuh. Kajian ini akan difinalkan.

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id

READ MORE - Tiga Mata Pelajaran Diserahkan ke Daerah

Sabtu, 09 April 2011

Lomba Blog Guru, Blog Sekolah dan Multimedia Pembelajaran Interaktif

 

Bapak ibu yang ingin berkreasi dalam membuat blog atau dengan kata lain berglog ria jangan sia-siakan kesempatan lomba ini, mungkin kemenangan berpihak pada anda.

Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BPTIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2011 akan mengadakan Lomba Multimedia Pembelajaran interaktif, Blog Guru, dan Website Sekolah.

Sasaran lomba ini terdiri atas:                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

  1. Sasaran Lomba Multimedia Interaktif (MPI) adalah guru-guru tingkat SD dan MI, SMP dan MTs, serta SMA, MA dan SMK baik Negeri dan Swasta se-Provinsi Jawa Tengah.
  2. Sasaran Lomba Blog Guru adalah guru-guru tingkat SD dan MI, SMP dan MTs, serta SMA, MA dan SMK baik Negeri dan Swasta se-Provinsi Jawa Tengah.
  3. Sasaran Lomba Blog Sekolah adalah SD dan MI, SMP dan MTs, serta SMA, MA dan SMK baik Negeri dan Swasta se-Provinsi Jawa Tengah.

Sedangkan panduan dan formulir pendaftaran lomba dapat diunduh dengan meng KLIK pilihan di bawah ini:

  1. Panduan Lomba Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI)
  2. Formulir MPI
  3. Formulir Blog Guru
  4. Formulir Blog Sekolah

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi:

SEKRETARIAT PANITIA LOMBA

Panitia Lomba Blog Tahun 2011 BPTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Jl. Prof. Dr. Hamka No15 Ngaliyan Semarang

Telp / Fax : 024 7602222, E-mail : bptikp@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it PIC : M. Sigid Hariadi, ST / +6281805872138

 

Sumber : http://bptikp-jateng.net/

READ MORE - Lomba Blog Guru, Blog Sekolah dan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Selasa, 29 Maret 2011

Keberhasilan Sistem "e-Learning" Tergantung Pemerintah

Salah satu tantangan dunia pendidikan nasional adalah menyediakan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) bermutu, yang dapat dimanfaatkan secara merata di seluruh sekolah dan siswa tanpa terkendala tempat dan waktu.

Fasilitas pembelajaran yang bermutu, baik SDM maupun sumber materi pembelajaran, sangat berpengaruh besar pada kualitas anak didik. Hanya saja, sejauh ini fasilitas kebanyakan sekolah masih minim, kualitas SDM yang tersedia pun bervariasi, tidak merata.

Demikian hal itu dipaparkan oleh Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Heru Sutartanto saat membuka workshop "Pemanfaatan Portal Gratis Esfindo (E-School for Indonesia): Sistem e-Learning Sebagai Pendukung Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Menengah di Jabodetabek", di Balai Sidang UI, Depok, Jumat (23/10).

"Bisa disimpulkan bahwa saat ini tiga hal yang menjadi permasalahan bangsa adalah penyebaran SDM yang belum merata, tingkat partisipasi masuk perguruan tinggi yang masih rendah, serta pembangunan infrastruktur TIK yang masih timpang sehingga akses informasi masih terbatas," ujar Heru di hadapan ratusan guru TIK se-Jabotabek yang menjadi peserta workshop.

Terbukti, lanjut Heru, berdasarkan data statistik dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) tahun 2003 lalu, rata-rata partisipasi masuk perguruan tinggi masih sangat rendah, sekitar 12,8 %. Kualitas lulusan SMA di Indonesia pun tidak merata, karena rata-rata nilai tertinggi masih ditunjukkan oleh anak-anak didik yang berasal dari daerah perkotaan di Jawa, Sumatera, dan Bali.

"Dan untuk mengejar ketertinggalan itu pemerintah harus memperbesar kapasitas akses melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap dunia pendidikan di segala lini, baik dasar, menengah, dan tinggi," jelas Heru.

"Presiden pernah menjabarkan, bahwa pemerataan TIK di seluruh Indonesia diharapkan bisa terlaksana pada akhir 2012, itulah yang saya jadikan pegangan untuk mengedepankan sistem ini," lanjutnya.

Sementara itu, menurut Rektor UI Gumilar R. Somantri dalam sambutannya mengatakan, bahwa upaya Fasilkom UI menghadirkan Esfindo merupakan upaya mendigitalisasi sistem pendidikan sebagai sistem yang bisa dimanfaatkan secara merata di seluruh Indonesia.

"Apalagi Mendiknas kita sekarang ini kan mantan orang nomor satu yang pernah membawahi TIK, semoga dia bisa cepat menangkap sinyal ini," ujar Gumilar, sambil tersenyum menyebut nama Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/

READ MORE - Keberhasilan Sistem "e-Learning" Tergantung Pemerintah

Esfindo, Sistem "e-Learning" Gratis untuk Guru dan Anak Didik

image

Dibutuhkannya pemerataan TIK di semua lini bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, Fakultas Ilmu Komputer UI menyiapkan Esfindo atau E-School for Indonesia, yaitu sistem e-learning gratis bagi para pendidik dan anak didik.

Esfindo diperkenalkan sejak 19 April 2009 lalu melalui sebuah riset awal. Output riset awal itu membuktikan, bahwa perbedaan latar belakang ekonomi siswa tidak terlalu terlihat jika fasilitas yang sama diberikan secara merata ke semua siswa.

Riset awal tersebut, Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Heru Sutartanto, mengundang kalangan siswa tidak mampu dan siswa dari kalangan sekolah yang mapan di kawasan Depok, Jawa Barat.

Namun, kata Heru, sebelum para siswa dari dua kelompok "berbeda" tersebut menggunakan portal Esfindo, para siswa diberikan tes pendahuluan (pretest) dan kemudian pelatihan mengikuti pembelajaran modul matematika dasar dengan sistem e-learning. Setelah itu, para siswa diberikan sebuah tes akhir (posttest).

"Awalnya, para siswa dari golongan tak mampu itu canggung berinteraksi dengan komputer yang mengakses sistem e-learning, namun setelah itu, hanya dalam waktu singkat, kemampuan mereka sama dengan siswa dari golongan yang mapan," ujar Heru usai membuka workshop "Pemanfaatan Portal Gratis Esfindo (E-School for Indonesia): Sistem e-Learning Sebagai Pendukung Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Menengah di Jabodetabek", di Balai Sidang UI, Depok, Jumat (23/10).

Menurutnya, perbandingan hasil riset (pretest) dan (posttest) itu menunjukkan, secara umum siswa dari sekolah tak mampu memang mempunyai nilai lebih rendah ketimbang siswa yang mapan. Namun, lanjut dia, hasil menarik yang ditunjukkan dari kedua tes tersebut adalah adanya peningkatan nilai seluruh siswa dan peningkatan kecepatan siswa dalam memecahkan persoalan.

"Kami berharap sistem bisa menjawab salah satu tantangan dari dunia pendidikan nasional, yaitu menyediakan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) bermutu, yang dapat dimanfaatkan secara merata di seluruh sekolah dan siswa tanpa terkendala tempat dan waktu," ujar Heru.

"Apalagi, Presiden SBY pernah menjabarkan, bahwa pemerataan TIK di seluruh Indonesia diharapkan bisa terlaksana pada akhir 2012, itulah yang saya jadikan pegangan untuk mengedepankan sistem ini," tambahnya.

 

Sumber : http://edukasi.kompas.com/

READ MORE - Esfindo, Sistem "e-Learning" Gratis untuk Guru dan Anak Didik

Soal "E-Learning", Contohlah Yogyakarta

 

 

Sebanyak 500 SD dan SMP di DI Yogyakarta jadi model program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan mutu pendidikan nasional. Tiap sekolah kini diharapkan memperoleh pembelajaran tanpa terikat ruang dan waktu.

"Ini kesempatan belajar tanpa batas pertama yang diterapkan di tingkat SD dan SMP. DIY jadi pelopor e-learning di Indonesia," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring pada peresmian program E-education Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Peningkatan dan Pemerataan Mutu Pendidikan di SMPN 1, Bantul, Sabtu (26/3/2011) lalu.

Saat ini, 110 SD dan SMP di DIY sudah menerapkan program pemanfaatan TIK. Tahun 2012, total 500 sekolah (300 SD dan 200 SMP) di DIY akan menerapkan program itu.

Program TIK terdiri dari penyediaan perangkat, konten pembelajaran, dan pelatihan. Setiap sekolah akan mendapat 21 komputer. Melalui Internet Data Center di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan, jaringan komunikasi antarsekolah akan tersambung.

Ada pula dana block grant dan pelatihan bagi guru ke Jepang. Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Kohara Motofumi mengatakan, sejak tahun 2010, Jepang memberikan pinjaman lunak Rp 315 miliar untuk program TIK di DIY.

"Seluruh dana untuk penyediaan instalasi dan fasilitas jaringan. Proyek berakhir tahun 2015," katanya.

Penerapan program TIK di SD dan SMP DIY merupakan kelanjutan gagasan Pemerintah Provinsi DIY, yang tahun 2007 mencanangkan diri sebagai cyber province dengan pelaksanaan Jogja Learning Gateway. Program itu diterapkan di 500 SD dan SMP DIY di 5 kabupaten/kota.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/

READ MORE - Soal "E-Learning", Contohlah Yogyakarta

Badan Pengembangan SDM untuk Jamin Mutu Pendidikan

 

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh melantik Syawal Gultom sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan pada Senin (28/3) di kantor Kemdiknas, Jakarta. Keberadaan badan ini merupakan respons terhadap kebutuhan organisasi. Hal ini didasarkan bahwa sumber daya manusia (SDM) menempati posisi kunci dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan harus dikembangkan dan ditingkatkan secara terus menerus.

"Oleh karena itu, harus ada unit utama yang mengelolanya secara sistemik dan tidak boleh dilakukan secara ad hoc. Di sinilah mengapa diperlukan badan pengembangan SDM pendidikan dan sekaligus penjaminan mutu pendidikan secara keseluruhan. Dengan demikian semakin lengkap dan sempurna struktur organisasi di lingkungan Kemdiknas," kata Menteri Nuh.

Mendiknas mengatakan, tantangan dan persoalan yang dihadapi Kemdiknas baik masalah internal birokrasi maupun dunia pendidikan secara keseluruhan tidaklah bertambah ringan. Tantangan kian bertambah besar dan kompleks. "Badan ini salah satu tugasnya adalah menyiapkan sekaligus melakukan penjaminan mutu pendidikan, sedangkan penggunanya adalah direktorat jenderal terkait," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Mendiknas melantik empat staf ahli, yakni Abdullah Alkaff sebagai Staf Ahli Bidang Organisasi dan Manajemen, Taufik Hanafi sebagai Staf Ahli Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan, Herwindo Haribowo sebagai Staf Ahli Bidang Kerja Sama Internasional, dan Harina Yuhetty sebagai Staf Ahli Bidang Budaya dan Psikologi Pendidikan.

Kepada para staf ahli, Mendiknas meminta, untuk terus menerus mengasah keahliannya, sehingga mampu melakukan analisis secara obyektif komprehensif dan memberikan masukan kepada menteri untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan arahan maupun di dalam mengambil keputusan. (aline/arif/agung)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id

READ MORE - Badan Pengembangan SDM untuk Jamin Mutu Pendidikan

Sabtu, 12 Maret 2011

8 Kategori Kecerdasan Manusia

Kecerdasan Linguistik


http://www.dinkes-sumbar.org/images/upload/Image/Mendidik%20Anak.jpg
Kemampuan menggunakan kata secara efektif, lisan maupun tertulis. Meliputi juga kemampuan memanipulasi tata bahasa atau struktur bahasa, bunyi bahasa makna sehingga pekaterhadap kata kalimat, susunan, huruf, dan mampu menyusunnya dengan baik dan indah.

Kecerdasan matematis-logis
http://www.ssffmp.or.id/images/news/2009/01/20090108134507.jpg
Kemampuan menggunakan angka dengan baik, melakukan penalaran dengan benar, kepekaan pada pola dan hubungan antar hal, fungsi logis dan abstraksi lain. Proses yang digunakan dalam kecerdasan ini antara lain kategorisasi (pengelompokan sesuatu), klasifikasi (pemisahan), pengambilan kesimpulan, generalisasi, penghitungan, dan pengujian hipotesisi. Cocok buat kamu yang sika hitung-menghitung agak rumit dan senang denagn permainan angka.


Kecerdasan spasial

Kemampuan mempresepsikan dunia spasial-visual secara akurat, mentranformasikannya. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada warna, garis, bentuk, ruang, dan hubungan antar unsure itu, kemampuan membayangkan sesuatu, mempresentasi ken ide dengan cara visual, mengorientasikan diri secara tepat dalam matriks spasial. Kamu suka menyesatkan diri saat jalan-jalan, tapi kamu selalu menemukan jalan. Inilah kecerdasan kamu.
Kecerdasan kinestesis-jasmani
http://www.traceyfoster.com/gallery/Photos/Jogging.JPG
Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikahn ide atau perasaan, keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu, kelenturan kakuatan, akan berhubungkan hal yang berkaitan dengan sentuhan. Kalau kamu suka bikin pernak-penik, atau nsuka menghafalkan rumus fisika sambil senam, inilah kamu!
Kecerdasan musical
http://mercusuarku.files.wordpress.com/2008/07/girl_violin.jpg
Kemampuan menangani bentuk-bentuk musical denagn cara mempersikan, membedakan, mengubah, kepekaan pada nada, irama, melodi. Bisa dengan cepat menghafal lagu dan menggunakan musik untuk menghafal pelajaran, inilah anda!
Kecerdasan intrepersonal
http://akiragats.files.wordpress.com/2009/01/enhanc1.jpg
Kemampuan mempersepsikan dan membedakan suasana hati, maksud, motifasi, dan persaan orang lain. Kepekaan terhadap ekspresi wjah, reka, suara, kemampuan menanggapi secara efektif tanda-tanda tersebut dan mempengaruhi kelompok orag untuk melakukan tindakan tertaentu.nah, kalau ini bisa jadi tempat curhat yang baik.


Kecerdasan intrapersonal


http://z.about.com/d/homeworktips/1/5/F/4/-/-/thinking.jpg
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak beradasarkan pemahaman tersebut. Kepekaan tarhadap mjemahami diri sendiri, kesadaran atas suasana hati, kainginan, kemampuan berdisiplin diri, memahami, menghargai diri. Seperti seniman gitu..


Kecerdasan naturalis
http://www.morinagaplatinum.com/media/122982/morfoto-kidb-turtle.jpg
Keahlian mengenali dan mengategorikan spesies di lingungan sekitar kepekaan pada fenomena alam, kemampuan membedakan benda tak hidup.

 

Sumber : http://eksplorasi-dunia.blogspot.com

READ MORE - 8 Kategori Kecerdasan Manusia

Jumat, 04 Februari 2011

POS UJIAN NASIONAL ( UN ) 2011 dan KISI-KISI UJIAN NASIONAL ( UN ) 2011

Ujian Nasional sudah di ambang pintu , persiapan yang dilakukan baik oleh siswa guru maupun pihak sekolah semakin mantap bak pendekar menghadapi pertarungan akbar. Berbagai jurus dipersiapkan dan dipelajari baik juru biasa maupun jurus mabuk. Untuk lebih memantapkan jurus menghadapi UN 2011, kami lampirkan aturan UN 2011. Silakan download lampiran aturan tersebut dengan mengklik judul-judul di bawah ini, dengan harapan semoga sukses, Amin.....

1. Permen 45 Tahun 2010, Kriteria Kelulusan Ujian Nasionan (UN) 2011.

2. Permen 46 Tahun 2010, Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional 2011.

3. Lampiran Permen 46 Tahun 2010,  Kisi-kisi UN 2011.

4. Info UN 2011, jadwal, perhitungan kelulusan dll.

5. POS UN SMP/MTs, SMPLB,  SMA/MA, SMALB dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011

   dan Slide Sosialiasi UN Tahun Pelajaran 2010/2011

READ MORE - POS UJIAN NASIONAL ( UN ) 2011 dan KISI-KISI UJIAN NASIONAL ( UN ) 2011

Sabtu, 01 Januari 2011

Tahun Baru dengan Ujian Lama

Setiap tahun, pelaksanaan ujian nasional di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di DIY, senantiasa lekat dengan kisah kecemasan. Waktu bergulir dan zaman berganti, kelulusan dalam ujian—dari tahun ke tahun—masih saja menjadi ajang ”hidup-mati”. Menjadi pertaruhan siswa selama tiga tahun mereka menjalani proses pendidikan.

Pada tiga tahun terakhir selalu tercatat ada ribuan siswa SMP dan SMA di DIY yang gagal dalam ujian nasional. Pada jenjang pendidikan SMP, hampir 4.500 siswa tidak lulus ujian pada tahun ajaran 2007/2008. Dua tahun berikutnya, kendati jumlah siswa SMP yang tidak lulus ujian berkurang, tetap saja masih banyak, yang mencapai 3.000 siswa.

Kondisi tidak jauh berbeda dialami siswa yang menempuh ujian di bangku SMA. Sebanyak 1.568 pelajar DIY tidak lulus UN SMA, MA, dan SMK tahun ini, yang terdiri atas 1.027 murid SMA dan MA serta 541 murid SMK.

Angka ketidaklulusan tersebut memang menurun dibandingkan dengan pelaksanaan UN dua tahun sebelumnya, namun tetap saja ujian akhir menyisakan persoalan pada ribuan siswa yang gagal.

Penentu kelulusan

Hasil UN menjadi sangat penting bagi siswa karena awalnya menjadi penentu kelulusan. Tak sedikit siswa merasakan pahitnya dampak penentu kelulusan ini. Enam tahun berjalan, sejak tahun ajaran 2002/2003, keberadaan UN sebagai penentu kelulusan mulai berubah.

Pada tahun ajaran 2009/2010, hasil UN tidak menjadi penentu kelulusan siswa dari SMA dan MA. Hal ini karena hasil UN akan diserahkan kepada guru dan sekolah masing-masing untuk diolah kembali atau disatukan dengan ujian sekolah.

Kendati tak lagi menjadi penentu kelulusan, masih banyaknya siswa SMP dan SMA di DIY yang gagal dalam UN tetap menjadi persoalan tersisa yang idealnya mampu dipecahkan.

Siswa yang dinyatakan lulus berarti sudah rampung dalam segala aspek pendidikan, mulai dari seluruh program pendidikan, lulus aspek akhlak dan kepribadian, lulus mata pelajaran yang diujikan sekolah, dan termasuk lulus UN. Artinya, tidak lulus UN masih bisa menyebabkan siswa tidak bisa dinyatakan menamatkan pendidikan di jenjang SMP atau SMA.

Kualitas pendidikan

Keberadaan UN menjadi penting karena memberikan gambaran kualitas pendidikan sekolah di seluruh Indonesia. Kenyataannya, wilayah yang dikenal berada pada tataran penyelenggaraan pendidikan bermutu seperti DIY masih saja menghadapi persoalan besar: banyak siswa tak lulus.

Secara sederhana, gambaran syarat pendidikan memadai tecermin dari ketersediaan tenaga pengajar. Ketersediaan guru di DIY sejak empat tahun lalu terbilang lebih dari cukup.

Tahun 2006, rasio guru dan siswa pada SMP dan madrasah tsanawiyah masing-masing 1 : 11 dan 1 : 8. Di jenjang SMA dan SMK, rasio guru dan siswa sama, yakni 1 : 9, sedangkan pada pendidikan MA rasionya 1 : 6. Rasio guru dan murid itu lebih baik dibandingkan dengan Malaysia (1 : 2) atau Jepang (1 : 20) yang dikenal sebagai negara maju.

Mencermati kenyataan hasil UN dan indikator ketersediaan guru tersebut saja setidaknya menjadi tolok ukur bahwa misi pemetaan kualitas pendidikan lewat UN idealnya baru bisa dicermati apabila hasil ujian juga mempertimbangkan variabel lain.

Tanpa upaya lebih serius dari pemerintah untuk memahami variabel-variabel yang memengaruhi mutu pendidikan bisa dipastikan proses menuju kelulusan siswa pada tahun ajaran baru mendatang hanya kembali mengulang cerita kesedihan tentang ujian ”gaya” lama.

 

Sumber : Kompas.com

READ MORE - Tahun Baru dengan Ujian Lama

Jumat, 31 Desember 2010

Mendiknas Simulasikan Nilai UN

Formula nilai akhir penentu kelulusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, serta sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, ditetapkan dengan menggabungkan nilai mata pelajaran ujian nasional (UN) dengan nilai sekolah. Nilai akhir adalah pembobotan 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah. Formula ini akan digunakan pada UN Tahun Pelajaran 2010/2011.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan hal tersebut pada jumpa pers akhir tahun di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis (30/12). Mendiknas mengatakan, formula UN merupakan hasil kesepakatan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN dan atas rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat. "Kalau dulu UN sendiri dinilai hasilnya berapa. Kalau dia memenuhi 5,5 ke atas lulus. Pada 2011 dikombinasikan antara ujian yang dilakukan secara nasional, dengan prestasi atau capaian waktu dia sekolah kelas 1,2, dan 3," katanya.

Hadir pada acara tersebut Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Sekretaris Jenderal Kemdiknas Dodi Nandika, WKS Inspektur Jenderal Kemdiknas Wukir Ragil, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdiknas Baedhowi, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Suyanto, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly, dan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Hamid Muhammad.

Mendiknas mengatakan, syarat kelulusan lainnya adalah nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00 dan tidak ada ujian ulangan. "Bagi yang tidak lulus dapat mengikuti Ujian Paket C untuk SMA," ujarnya.
Dia menjelaskan, seorang siswa sedikitnya harus meraih nilai 4 pada UN agar dapat lulus dengan syarat nilai ujian sekolahnya 8. Dengan menggabungkan kedua nilai tersebut maka nilai akhir diperoleh 5,6 di atas nilai minimal 5,5. "Kalau nilai ujian sekolah 7 belum lulus. Nilai aman UN adalah 6," katanya saat menyimulasikan nilai UN.

Mendiknas melanjutkan, berdasarkan hasil pemantauan berita selama 2010, UN menempati urutan pertama dari 10 isu pemberitaan pendidikan 2010. Dia menyebutkan, jumlah pemberitaan terkait UN sebanyak 1.899 (20,1%), disusul guru 974 (10,3%) berita, dan penerimaan peserta didik baru 537 (5,7%) berita. "Yang paling banyak urusan UN. Itu menunjukkan bahwa UN menjadi perhatian publik," katanya.

Mendiknas memaparkan, capaian kinerja 2010 dan program Kemdiknas 2011. Secara umum, kata Mendiknas, serapan anggaran Kemdiknas mencapai 89,29 persen per 27 Desember 2010. Adapun anggaran Kemdiknas pada 2011 Rp55,6 triliun. "Tidak ada pengurangan dari sisi anggaran. Alokasi BOS dikirim ke daerah," ujarnya.

Mendiknas menambahkan, sebanyak 20 persen anggaran APBN digunakan untuk fungsi pendidikan yang ada di 17 kementerian/lembaga. Mendiknas menyebutkan, anggaran fungsi pendidikan pada 2011 Rp243 triliun. Namun demikian, kata Mendiknas, anggaran tersebut tidak boleh digunakan untuk sekolah kedinasan seperti Akademi Kepolisian dan Akademi Militer. "Sekolah kedinasan tidak boleh memanfaatkan dana fungsi pendidikan," katanya.

Sumber : www.kemdiknas.go.id

READ MORE - Mendiknas Simulasikan Nilai UN

Selasa, 28 Desember 2010

Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah

Rumus KelulusanPemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011.
Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011, sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. Adapun UN susulan bagi mereka yang belum mengikuti UN utama dilaksanakan satu minggu kemudian. Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.
Demikian perubahan yang terungkap dalam sosialisasi kebijakan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta.
Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasikan juga meminta masukan soal perubahan UN dari dinas pendidikan kota/kabupaten dan perguruan tinggi.Pemerintah memnag telah memgang formula baru. Namun, sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah dan BSNP meminta masukan dari daerah apakah perubahan dalam pelaksanaan UN 2011 bisa diterima dengan baik.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dengan adanya formula baru yang mengevaluasi siswa secara komprhensif selama tiga tahun belajar, polemik UN yang muncul tiap tahun diharapkan bisa berhenti.
"Kita nantinya mesti lebih fokus pada apa yang perlu dikerjakan atau diperbaiki dari hasil UN," ujar Nuh.
Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.
Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.
Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.
Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up nilai siswa.
Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.
Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan selama proses belajar siswa di sekolah.

Sumber : www.tribunnews.com

READ MORE - Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah

Tiga Skenario Rekrutmen Guru

Indonesia masih membutuhkan sedikitnya 200 ribu guru baru untuk menggantikan posisi guru yang memasuki masa pensiun, guru bidang studi baru, serta kebutuhan guru di daerah baru. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) telah menyiapkan tiga skenario rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tiga skenario itu diproyeksikan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengemukakan, kebutuhan guru jangka pendek dapat diatasi dengan merekrut lulusan S1/D4 yang berminat menjadi guru. "Kebutuhannya tiap tahun. Oleh karena itu, tidak mungkin mengandalkan dari awal, sehingga kita siapkan yang fresh graduate," kata Nuh seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemdiknas, Selasa (23/11/2010). 
Para lulusan baru tersebut akan mengikuti pendidikan profesi selama dua semester atau satu tahun sebelum mengajar. Karena itu, Kemdiknas juga akan merintis pendidikan profesi bagi para guru baru pada 2011.
Skema kedua disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan guru jangka menengah, yakni dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang duduk di semester V atau VI untuk menjadi guru. Para mahasiswa yang berminat menjadi guru bisa pindah jalur, sehingga tidak perlu lagi mengikuti pendidikan profesi satu tahun ketika lulus kuliah. "Jadi pendidikan profesi embedded, sudah melekat di situ," imbuh Nuh.
Terakhir, Kemdiknas menyiapkan kebutuhan guru untuk jangka panjang melalui pendidikan sarjana bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat. Lazimnya, lama pendidikan sarjana untuk profesi guru adalah 4 hingga 5 tahun.
"Layaknya seperti pendidikan kedokteran, mereka yang masuk di fakultas kedokteran, 99 persen ingin menjadi dokter. Guru nanti juga begitu. Masuk di Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) atau jurusan lain memang mau menjadi guru," kata Nuh. 
Mulai 2011, Kemdiknas akan merintis delapan LPTK di perguruan tinggi untuk menyiapkan pendidikan bagi calon guru. Pada tahap awal, kedelapan LPTK tersebut direncanakan merekrut 1.000 lulusan SMA dan sederajat. Selama mengikuti pendidikan, mereka akan diasramakan. "Sekarang kita lengkapi asramanya khusus bagi calon guru," ujar Nuh.
Hari ini Nuh juga membuka Seminar Guru Nasional 2010 di Kemdiknas, Jakarta. Hadir dalam seminar tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemdiknas Baedhowi, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdiknas Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kemdiknas Hamid Muhammad, dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo.

Sumber : www. okezone .com

READ MORE - Tiga Skenario Rekrutmen Guru

Pengaktifan Otak Tengah Bangkitkan Kecerdasan Anak

Sebuah pendekatan tergolong baru dan fenomenal dalam dunia pendidikan dengan metode aktivasi otak tengah untuk membangkitkan kecerdasan anak terus dikenalkan kepada para orang tua.
Untuk pertama kalinya metode yang dikembangkan Sekolah Anak Jenius yang berkantor di Malang, Jawa Timur, itu diperkenalkan di Denpasar, Bali. Para orang tua dari berbagai kalangan mulai wartawan hingga pejabat, langsung merespons dengan mengajak anak-anak mereka mencoba mengikuti training selama dua hari, sejak Minggu (26/12/2010) kemarin.
"Kami menggunakan pendekatan lewat pengaktifan otak tengah untuk meningkatkan daya ingat dan memori anak," kata Ahmad Affandy, trainer pengaktifan otak anak disela-sala training di sebuah Hotel di Denpasar.
Affandy menjelaskan, metode belajar yang diterapkan kepada anak adalah metode aktivasi otak tengah. Biasanya metode tersebut diterapkan pada anak usia 5 hingga 15 tahun, sebab pada usia ini dinilai tepat saat anak berada pada masa perkembangan.
Dia menjelaskan, dalam motode ini, anak-anak lebih banyak diajak belajar dengan sistem bermain, sehingga mereka senantiasa dalam suasana senang dan gembira yang memungkinkan untuk lebih mudah membangkitkan daya ingatnya.
Dikatakan, inti dari pendekatan tersebut adalah memasukkan hal-hal tentang pengembangan diri agar anak-anak bisa berkembang secara optimal. Mereka dilatih berkonsentrasi dengan cara matanya ditutup dengan kain, untuk melakukan sesuatu seperti berjalan dengan banyak rintangan hingga menggambar.
Dalam pelatihan yang diikuti sembilan anak SD dan SMP itu, mereka belajar bagaimana mengotimalkan indera penciuman, peraba untuk mengenali barang atau sesuatu, termasuk untuk membedakan warna.
Dari pelatihan dengan metode tersebut, mereka mengaku lebih mudah berkonsentrasi dalam mengerjakan sesuatu seperti menulis, menggambar hingga mengidentifikasi suatu benda.
"Ketika otak sudah diaktifkan, anak-anak lebih mudah berkonsentrasi, bahkan muncul fenomena dalam diri mereka yang berbeda-beda, misalkan melihat kartu, gambar, warna bola dengan mata tertutup," ucap Affandy.
Metode yang dilakukan secara ilmiah tersebut lebih menitikberatkan pada motivasi, penciptaan kondisi nyaman dan menyenangkan bagi anak, senam otak serta kolaborasi peralatan elektronik dan gelombang suara.
Salah seorang siswa kelas III SMP yang mengikuti training itu mengakui meski awalnya banyak melakukan kesalahan, namun kini ia mampu lebih berkosentrasi dan memaksimalkan indera penciuman.
"Saya senang sekali, sekarang mulai bisa membedakan warna tidak dengan cara melihat namun dengan mencium dan meraba benda itu," ujar Wira yang anak seorang wartawan di Denpasar.

Sumber : www.Okezone.com

READ MORE - Pengaktifan Otak Tengah Bangkitkan Kecerdasan Anak

Sabtu, 04 Desember 2010

Mendiknas Siapkan UN Baru

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memastikan segera ada formula baru sistem ujian nasional (UN) yang akan ditawarkan kepada Komisi X DPR.
Mendiknas M Nuh menyatakan, formula baru UN akan disampaikan tepat waktu pada rapat kerja dengan Panitia Kerja UN DPR mendatang. Dia juga memastikan konsep baru tersebut tidak akan menimbulkan kontroversi bagi sekolah dan orang tua. “Kita tunggu saja formulanya. Kita siapkan secara komprehensif,” katanya di Jakarta kemarin. Menurut M Nuh, pihaknya bersama Panja UN DPR akan membahas bersama-sama dalam rapat kerja pekan depan.
Salah satunya menyangkut mekanisme kelulusan siswa yang selama ini hanya terpaku pada hasil UN. Mantan Rektor ITS ini menegaskan, ke depan pemerintah tidak dapat berjalan sendiri lagi dalam penetapan UN ini. “Karena itu, kami akan bertemu Komisi X,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga akan membahas teknis pengawasan UN agar kebocoran soal dan kecurangan semakin minim sehingga perlu dilibatkan pemangku kepentingan lainnya misalnya kalangan perguruan tinggi.
Mantan menteri komunikasi dan informatika ini juga menegaskan tentang perlunya pelaksanaan UN. Menurut dia, putusan Mahkamah Agung(MA) beberapa waktu lalu menyatakan bahwa UN tidak melanggar hak anak. “Anak jangan dimanjakan. Kalau tidak ada UN, mau jadi apa anak Indonesia,” lugasnya. Kepada pihak yang selama ini menolak ada UN ataupun mengancam untuk memangkas anggaran pendidikan jika UN tetap dilaksanakan, Mendiknas meminta mereka untuk berpikir dengan nalar akademik.
Dia tidak mau berkonfrontasi dengan pandangan yang menolak karena alasan nonakademik. Sementara itu, Ketua Panja UN DPR Rully Chairul Azwar mengatakan, kesimpulan akhir untuk pelaksanaan UN tahun ini memang belum bulat. Tetapi, keinginan untuk memperbaiki UN guna mengakomodasi keinginan masyarakat harus tetap dilakukan. Faktor kejujuran dalam pelaksanaan UN juga masih dipertanyakan banyak kalangan. “Adanya kebocoran dan kecurangan akan sangat berpengaruh pada kredibilitas UN dan mutu pendidikan nasional,” katanya.
Karena itu, dalam panja muncul wacana untuk membuat soal UN hingga 20 jenis yang berbeda dengan bobot kesulitan yang sama. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan UN. Sebelumnya Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramli mengaku hingga saat ini Kemendiknas belum mempunyai formulasi final untuk UN tahun depan lantaran masih harus dikaji apakah kombinasi nilai UN dengan rapor itu bisa dilakukan dan tidak memveto.
Selain itu, pihaknya juga masih mengkaji peraturan perundangan tentang kelulusan UN dan ujian akhir sekolah. DPR memberikan tenggat waktu sampai Rabu (8/12/2010) pekan depan kepada Kemendiknas untuk menyerahkan draf formula baru tersebut. Jika itu belum selesai, Panja DPR akan merekomendasikan pembatalan pelaksanaan UN tahun depan.
Panja UN mengusulkan agar UN bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Untuk itu, ada empat persyaratan yang harus dipenuhi jika UN tetap dilaksanakan di antaranya hasil UN tidak bisa memveto atas kelulusan, digelar sesuai peraturan perundangan, mampu meningkatkan mutu pendidikan, dan tidak timbul kecurangan.(Koran SI/Koran SI/mbs)

Sumber: Okezone

READ MORE - Mendiknas Siapkan UN Baru

Selasa, 21 September 2010

Menata Ulang Pendidikan Karakter Bangsa

Bekas, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah (1) tanda yang tertinggal atau tersisa (setelah dipegang, diinjak, dilalui); kesan, (2) sesuatu yang tertinggal sebagai sisa (yang telah rusak, terbakar, tidak dipakai lagi); (3) pernah menjabat atau menjadi. tetapi sekarang tidak lagi, mantan; dan (4) sudah pernah dipakai. Makna lain dari bekas adalah tempat menaruh sesuatu, wadah. Adapun bekasam/pekasam adalah ikan (daging, durian, dsb), yang diasinkan atau diasamkan, lalu dijemur atau disimpan agak lama.
Mobil bekas adalah mobil yang pernah dipakai orang lain. Baju bekas pasti tidak lagi seindah pakaian baru, malah sering kali diberikan kepada orang lain saat bakti sosial. Manusia bekas? Setiap orang, selama bertahun-tahun, telah menjadi korban dari kata-kata orang lain. Orang tua, guru, teman, pimpinan, tokoh masyarakat, politisi, disadari atau tidak, telah membentuk alam pikiran kita menjadi seperti apa yang mereka katakan. Hebatnya, kita sendiri sangat menikmati hidup dalam belenggu kata-kata bekas orang lain itu. Mereka ini disebut Jiddu Krishnamurti, dalam bukunya yang sangat inspiratif, Freedom from the Known, sebagai manusia bekas (secondhand people).
Jika demikian yang dilakukan, tanpa terasa kita telah berubah menjadi entitas bekas. Potensi kemanusiaan telah tereduksi sedemikian rupa menjadi hanya sekadar wadah, tempat menaruh sesuatu. Kebiasaan menjadi wadah, berakibat kecenderungan konformitas lebih kuat daripada kreativitas. Produktivitas, karenanya, menjadi sesuatu yang sangat sulit terjadi. Orang lebih nyaman menjadi konsumen daripada bersusah payah berupaya untuk dapat menjadi produsen. Pendidikan kita selama ini, mohon maaf, sepertinya lebih banyak menghasilkan generasi yang pandai mengeluh, membebek, dan memintas. Perubahan paradigma pendidikan diperlukan secara lebih fundamental jika kita berharap bangsa ini dapat lebih produktif dan memilik daya saing global di masa depan. Kalau tidak, pendidikan di republik ini hanya akan terus melahirkan secondhand human being.
Pendidikan karakter yang efektif
Menurut Lickona dkk (2007) terdapat 11 prinsip agar pendidikan karakter dapat berjalan efektif: (1) kembangkan nilai-nilai etika inti dan nilai-nilai kinerja pendukungnya sebagai fondasi karakter yang baik, (2) definisikan 'karakter' secara komprehensif yang mencakup pikiran, perasaan, dan perilaku, (3) gunakan pendekatan yang komprehensif, disengaja, dan proaktif dalam pengembangan karakter, (4) ciptakan komunitas sekolah yang penuh perhatian, (5) beri siswa kesempatan untuk melakukan tindakan moral, (6) buat kurikulum akademik yang bermakna dan menantang yang menghormati semua peserta didik, mengembangkan karakter, dan membantu siswa untuk berhasil, (7) usahakan mendorong motivasi diri siswa, (8) libatkan staf sekolah sebagai komunitas pembelajaran dan moral yang berbagi tanggung jawab dalam pendidikan karakter dan upaya untuk mematuhi nilai-nilai inti yang sama yang membimbing pendidikan siswa, (9) tumbuhkan kebersamaan dalam kepemimpinan moral dan dukungan jangka panjang bagi inisiatif pendidikan karakter, (10) libatkan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam upaya pembangunan karakter, (11) evaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai pendidik karakter, dan sejauh mana siswa memanifestasikan karakter yang baik.
Dalam pendidikan karakter penting sekali dikembangkan nilai-nilai etika inti seperti kepedulian, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap diri dan orang lain bersama dengan nilai-nilai kinerja pendukungnya seperti ketekunan, etos kerja yang tinggi, dan kegigihan--sebagai basis karakter yang baik. Sekolah harus berkomitmen untuk mengembangkan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai dimaksud, mendefinisikannya dalam bentuk perilaku yang dapat diamati dalam kehidupan sekolah sehari-hari, mencontohkan nilai-nilai itu, mengkaji dan mendiskusikannya, menggunakannya sebagai dasar dalam hubungan antarmanusia, dan mengapresiasi manifestasi nilai-nilai tersebut di sekolah dan masyarakat. Yang terpenting, semua komponen sekolah bertanggung jawab terhadap standar-standar perilaku yang konsisten sesuai dengan nilai-nilai inti.
Karakter yang baik mencakup pengertian, kepedulian, dan tindakan berdasarkan nilai-nilai etika inti. Karenanya, pendekatan holistik dalam pendidikan karakter berupaya untuk mengembangkan keseluruhan aspek kognitif, emosional, dan perilaku dari kehidupan moral. Siswa memahami nilai-nilai inti dengan mempelajari dan mendiskusikannya, mengamati perilaku model, dan mempraktekkan pemecahan masalah yang melibatkan nilai-nilai. Siswa belajar peduli terhadap nilai-nilai inti dengan mengembangkan keterampilan empati, membentuk hubungan yang penuh perhatian, membantu menciptakan komunitas bermoral, mendengar cerita ilustratif dan inspiratif, dan merefleksikan pengalaman hidup.
Sekolah yang telah berkomitmen untuk mengembangkan karakter melihat diri mereka sendiri melalui lensa moral, untuk menilai apakah segala sesuatu yang berlangsung di sekolah mempengaruhi perkembangan karakter siswa. Pendekatan yang komprehensif menggunakan semua aspek persekolahan sebagai peluang untuk pengembangan karakter. Ini mencakup apa yang sering disebut dengan istilah kurikulum tersembunyi, hidden curriculum (upacara dan prosedur sekolah; keteladanan guru; hubungan siswa dengan guru, staf sekolah lainnya, dan sesama mereka sendiri; proses pengajaran; keanekaragaman siswa; penilaian pembelajaran; pengelolaan lingkungan sekolah; kebijakan disiplin); kurikulum akademik, academic curriculum (mata pelajaran inti, termasuk kurikulum kesehatan jasmani), dan program-program ekstrakurikuler, extracurricular programs (tim olahraga, klub, proyek pelayanan, dan kegiatan-kegiatan setelah jam sekolah).
Di samping itu, sekolah dan keluarga perlu meningkatkan efektivitas kemitraan dengan merekrut bantuan dari komunitas yang lebih luas (bisnis, organisasi pemuda, lembaga keagamaan, pemerintah, dan media) dalam mempromosikan pembangunan karakter. Kemitraan sekolah-orang tua ini dalam banyak hal sering kali tidak dapat berjalan dengan baik karena terlalu banyak menekankan pada penggalangan dukungan finansial, bukan pada dukungan program. Berbagai pertemuan yang dilakukan tidak jarang terjebak kepada sekadar tawar-menawar sumbangan, bukan bagaimana sebaiknya pendidikan karakter dilakukan bersama antara keluarga dan sekolah.
Pendidikan karakter yang efektif harus menyertakan usaha untuk menilai kemajuan. Terdapat tiga hal penting yang perlu mendapat perhatian: (1) karakter sekolah: sampai sejauh mana sekolah menjadi komunitas yang lebih peduli dan saling menghargai? (2) Pertumbuhan staf sekolah sebagai pendidik karakter: sampai sejauh mana staf sekolah mengembangkan pemahaman tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk mendorong pengembangan karakter? (3) Karakter siswa: sejauh mana siswa memanifestasikan pemahaman, komitmen, dan tindakan atas nilai-nilai etis inti? Hal seperti itu dapat dilakukan di awal pelaksanaan pendidikan karakter untuk mendapatkan baseline dan diulang lagi di kemudian hari untuk menilai kemajuan.

Menjadi laksanawan
Meski tidak umum, pemunculan istilah laksanawan semoga tidak keliru--wan atau -wati adalah sebuah sufiks dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Sanskerta. Akhiran itu biasanya digunakan bersama-sama dengan kata benda, dan dapat berarti 'orang yang...' Dalam perkembangannya, akhiran -wan mengalami perluasan makna sehingga dapat berarti 'orang yang ahli dan berprofesi dalam bidang...' Misalnya, usahawan orang yang ahli dan berprofesi dalam bidang usaha tertentu. Oleh karena itu, laksanawan dimaksudkan sebagai orang yang ahli melaksanakan apa yang diyakini, orang yang berprofesi melaksanakan apa yang sudah menjadi keyakinan hidupnya. Manusia jenis itu tidak puas dengan hanya wacana. Inilah man of action, in the real meaning. Bersatu antara kata dan perbuatan.
Semoga pendidikan karakter tidak berhenti hanya wacana karena tidak termasuk dalam program 100 hari pemerintah SBY-Boediyono. Pada poin 13, reformasi di bidang pendidikan, hanya disebut: 'Menyambungkan atau mencegah mismatch antara yang dihasilkan lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan dan keperluan pasar tenaga kerja. Banyak yang dihasilkan perguruan tinggi, oleh sekolah-sekolah kejuruan, oleh balai-balai latihan kerja, tidak selalu klop dengan yang diminta pasar tenaga kerja.' Lagi-lagi hanya soal pekerjaan, lalu di mana pendidikan karakter? Who knows?

Oleh Khoiruddin Bashori, Pengamat dan Psikolog Pendidikan

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/

READ MORE - Menata Ulang Pendidikan Karakter Bangsa

Rabu, 15 September 2010

Dell Pamer Hasil 'Perkawinan' Tablet dan Netbook

San Francisco - Sesudah kemunculan Apple iPad, pasar komputer tablet kian padat saja. Tidak salah jika kemudian Dell coba membuat diferensisasi dalam sosok sebuah tablet yang 'dikawinkan' dengan netbook.
Dell memamerkan tablet unik tersebut dalam perhelatan Intel Development Forum 2010. Dengan nama Inspiron Duo, tablet tersebut dapat seketika diubah menjadi netbook jika pengguna menghendakinya.
Bagaimana caranya? Ternyata di balik layar Inspiron Duo, ada keyboard dalam keadaan terlipat. Nah, cukup buka lipatan tersebut kemudian putar layar tablet ke posisi sebaliknya. Jadilah sebuah laptop.
"Produk ini adalah tablet 10 Inch paling powerful di dunia. Desainnya memungkinkan Anda memakainya dalam urusan bisnis ataupun untuk sekadar rileks," klaim Dave Zavelson, manajer marketing Dell.
Tidak banyak detail diungkap untuk tablet yang rencananya akan meluncur tahun depan ini. Yang jelas, Inspiron Duo memakai prosesor dual core Intel Atom N550 dan menggunakan sistem operasi Windows 7.
Dengan keistimewaannya tersebut, bukan tidak mungkin Inspiron Duo bakal dilirik para penggemar komputer tablet. Demikian seperti detikINET kutip dari V3, Kamis (16/9/2010).

Sumber : http://www.detikinet.com/

 

Baca juga:

READ MORE - Dell Pamer Hasil 'Perkawinan' Tablet dan Netbook

Sabtu, 28 Agustus 2010

Menerapkan Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan

Jakarta, Selasa (8 Juni 2010)--Pendidikan karakter tidak hanya cukup diajarkan melalui mata pelajaran di dalam kelas saja. Lebih dari itu, sekolah dapat menerapkan pendidikan karakter melalui kegiatan-kegiatan pembiasaan. Pelaksanaannya dapat dilakukan baik secara spontan, terprogram, maupun dengan keteladanan.
Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Kabag TU Puskur Balitbang Kemdiknas) Sumiyati mengatakan, kegiatan pembiasaan secara spontan dilakukan dengan saling menyapa baik antarteman, antarguru, maupun antara guru dengan murid, sedangkan kegiatan terprogram seperti upacara setiap hari senin yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kebersihan dan pemeriksaan kuku.
"Guru-guru sebagai teladan datang pagi dan tidak terlambat. Begitu datang dia sudah berdiri di depan pintu sekolah menyambut anak-anak yang datang dengan bersalaman," katanya saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Kemdiknas, Jakarta (8/06/2010).
Sumiyati mengatakan, sekolah-sekolah yang telah melaksanakan pendidikan karakter melakukan kegiatan-kegiatan pembiasaan terutama yang mempunyai nilai-nilai.  "Ada 16 nilai dalam pendidikan karakter misalnya saja jujur, sopan, santun, dan melindungi lingkungan," katanya.
Lebih lanjut Sumiyati menjelaskan, kegiatan-kegiatan itu dapat dilaksanakan baik secara intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Dia menjelaskan, kegiatan secara intrakurikuler dilaksanakan terintegrasi ke dalam mata pelajaran yang relevan seperti pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan. "Kegiatan secara ekstrakurikuler dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri seperti bimbingan konseling," katanya.
Sumiyati menyampaikan, kegiatan pembiasaan melalui ekstrakurikuler dapat dilakukan di luar jam pelajaran selama kurang lebih empat jam pelajaran setiap minggu. Dia menambahkan, pendidikan karakter dapat dilaksanakan melalui muatan lokal sebagai bagian dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). "Pada prinsipnya muatan lokal itu mengandung tiga hal yaitu budaya bangsa, pendidikan lingkungan, dan keterampilan daerah," ujarnya.***

READ MORE - Menerapkan Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan

Pendidikan Karakter Mendesak Diterapkan

Jakarta, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menekankan pentingnya pendidikan karakter. Sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa maka pendidikan karakter mendesak untuk diterapkan.
Hal tersebut disampaikan Mendiknas pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Minggu (2/5/2010).
"Diantara karakter yang ingin kita bangun adalah karakter yang berkemampuan dan berkebiasaan memberikan yang terbaik, giving the best, sebagai prestasi yang dijiwai oleh nilai-nilai kejujuran," kata Mendiknas saat memberikan sambutan acara . Adapun tema peringatan Hardiknas adalah Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa.
Mendiknas mencermati fenomena sirkus, yaitu tercerabutnya karakter asli dari masyarakat. Fenomena anomali yang sifatnya ironis paradoksal menjadi fenomena keseharian, yang dikhawatirkan pada akhirnya dapat mengalami metamorfose karakter.
"Memang kadang-kadang menjadi lucu dan mengherankan, betapa tidak mengherankan, penegak hukum yang mestinya harus menegakkan hukum ternyata harus dihukum. Para pendidik yang mestinya mendidik malah harus dididik. Para pejabat yang mestinya melayani masyarakat malah minta dilayani dan itu adalah sebagian dari fenomena sirkus tadi itu. Itu semua bersumber pada karakter," kata Mendiknas.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Ujian Nasional yang baru saja dilaksanakan, Mendiknas mengatakan, UN diantaranya dimaksudkan untuk melatih ketangguhan dan meningkatkan kemampuan dengan mengeksplorasi potensi dan sumber daya pendidikan. Hal ini, kata Mendiknas, dimaksudkan agar dunia pendidikan mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa. "Dengan melatih ketangguhan dan kemampuan, generasi yang dilahirkan dunia pendidikan Insya Allah akan menjadi generasi yang sanggup dan siap menghadapi realitas kehidupan termasuk menghadapi implikasi dari globalisasi, " ujarnya
Mendiknas memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh penyelenggara UN, para murid , para guru, dan orang tua, serta meminta untuk menerima hasilnya dengan obyektif dan jujur. "Kita terima apa adanya. Memang betul jumlah kelulusan menurun meskipun masih ada ujian ulang, memang betul ada yang harus mengulang, memang betul ada sekolah yang harus mengulang seluruhnya, tetapi yang penting intervensi kebijakan apa yang harus kita siapkan untuk memperbaikinya, " katanya.
Pada kesempatan yang sama, Mendiknas menyematkan Satya Lencana Karya Satya kepada 111 pegawai di lingkungan Kemdiknas. Penghargaan ini diberikan kepada pegawai yang mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi dengan masa kerja 10 tahun hingga 30 tahun. Penghargaan diserahkan masing-masing kepada 37 pegawai dengan masa bakti 30 tahun, 56 pegawai masa bakti 20 tahun, dan 18 pegawai masa bakti 10 tahun.
Upacara dirangkai dengan penyerahan arsip statis Kemdiknas kepada Arsip Nasional Republik Indonesia sebanyak 403 berkas, penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Kemdiknas dengan PT. Global Mediacom tentang penyelenggaraan siaran televisi untuk pendidikan keterampilan bernama TV Citra Indonesia Terampil, penandatanganan prasasti peresmian Taman Bacaan Masyarakat di Pusat Perbelanjaan atau disebut TBM@Mall, dan peluncuran laman kemdiknas.go. id yaitu portal baru Kemdiknas yang berbasis kepada layanan publik. Agung -GIM-

READ MORE - Pendidikan Karakter Mendesak Diterapkan

Senin, 29 Maret 2010

Tambahan Anggaran

Kemendiknas Minta Tambahan Anggaran Rp 6,2 Triliun

Kementerian Pendidikan Nasional meminta tambahan Rp 6,289 triliun dalam APBN-P 2010. Usulan ini sudah disepakati dalam rapat kabinet, tetapi masih akan diajukan ke DPR dalam masa persidangan ke depan.

Awalnya, Kemendiknas memperoleh anggaran Rp 55 triliun dalam APBN 2010. Namun, dengan tambahan anggaran itu, Kemendiknas berharap bisa menambah nilai anggaran sejumlah pos.

"Penggunaannya kami gunakan untuk memperbesar beasiswa, baik volume maupun unit cost-nya," tuturnya dalam keterangan pers di Kantor BPK, Senin (29/3/2010).

Secara detail, tambahan anggaran akan dimanfaatkan merata untuk SD sampai perguruan tinggi. Di tingkat SD, kementerian akan meningkatkan unit cost beasiswa 30 persen dari angka 2,8 juta penerima.

"Meskipun BOS mengamankan mereka di tingkat sekolah, kan ada transpor dan biaya baju, jajan, dan alat tulis. Nah, bagi keluarga miskin tak mungkin disediakan. Jadi, ada beasiswa," ucapnya.

Jika di tingkat SMP, unit cost-nya juga dinaikkan menjadi hampir satu juta penerima, di tingkat SMA terdapat peningkatan 211.000 penerima dari jumlah 600.000 di awal.

Di tingkat perguruan tinggi, jumlah beasiswa akan dinaikkan dari Rp 250.000 per orang setiap bulannya menjadi Rp 400.000.

"Selain itu, juga percepat penyelesaian waib belajar dengan pembangunan sekolah-sekolah, sekolah satu atap, dan SMP baru. Kemudian, menambah kekurangan-kekurangan untuk guru dan membantu pendidikan tinggi yang waktu APBN 2010 memang agak terkendala karena ada pengurangan yang cukup besar dan sekarang kami kembalikan," katanya.

Terkait anggaran pada 2009, Fasli mengatakan, penyerapan Kemendiknas selalu berada di atas 95 persen yang juga didukung alokasi gaji guru sebagai buffer.

KOMPAS.com
READ MORE - Tambahan Anggaran