Senin, 15 November 2010

Tips dan Trik Lulus Test Masuk CPNS

Seperti kita ketahui, Mencari kehidupan untuk masa depan yang lebih baik adalah pilihan setiap orang, terutama di Indonesia masih banyak anggapan bahwa menjadi PNS akan memberikan masa depan yang lebih baik karena adanya fasilitas, tunjangan keluarga, pensiun, dan kemudahan serta fasilitas lainnya. Lebih-lebih PNS pada lembaga pendidikan khususnya guru sekarang ada tunjangan profesi yang besarnya satu kali gaji, ini sangatlah menggiurkan....

Maka tidaklah heran bila setiap tahunnya test CPNS membludak…, penuh oleh pelamar. Namun dengan membludaknya pendaftaran test CPNS maka semakin kecil pula peluang untuk lulus, karena persaingan tentunya banyak sekali.

pendaftar cpns

Terkadang yang dicari cuma 2 orang tapi yang daftar bisa lebih dari 300an, bisa lulus gak ya?? Perlu anda ketahui bahwa faktanya :

  1. 60% para peserta test masuk CPNS adalah orang yang berniat mencoba-coba peruntungannya (mitos untung-untungan masih berlaku dikalangan masyarakat kita saat ini), atau mungkin dia sudah punya kerjaan tetapi mencoba siapa tahu lulus CPNS jadi bisa lebih baik.
  2. 20% peserta test masuk CPNS adalah orang yang baru lulus kuliah dan tentunya ingatan dan semangatnya masih sangat segar.
  3. 10% peserta test masuk CPNS adalah orang yang merasa dirinya pasti lulus dan menganggap test ini hanya formalitas, misalnya karena dia sudah lama menjadi honorer yang memang sudah ada tempat untuknya atau karena hal lainnya…
  4. dan mungkin kurang dari 10% orang yang memang bersungguh2 untuk belajar dan mempersiapkan dirinya untuk mendapatkan tempat menjadi abdi negara/PNS.

Terlepas dari hal itu, kita harus usaha dan doa dan jangan berkecil hati bila melihat pelamar yang begitu banyaknya… setidaknya lebih baik mencoba daripada mundur sebelum perang.

Sebelum itu anda harus melakukan beberapa hal apabila anda ingin memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi :

  • Carilah informasi setiap instansi tentang penerimaan CPNS setiap tahunnya, bisa dengan cara searching di internet, di Depnaker, atau melalui teman2 anda apalagi jika memiliki teman yang juga kerja di instansi tertentu.
  • Biasakan membaca dan latihan dengan buku test CPNS yang banyak dijual dipasaran, meskipun anda sekarang sedang menjadi karyawan swasta atau kerja serabutan.. sempatkan seminggu 3x untuk latihan soal agar otak anda tetap tajam meski sudah lama lulus dan tidak pernah buka buku kuliah lagi. Dengan latihan akan membiasakan anda dalam menghadapi soal… terus aja belajar meskipun belum tahu kapan akan ada penerimaan CPNS.
  • Dalam mengasah kemampuan anda, latihan dilakukan dengan porsi 40% Test Pengetahuan Umum (TPU), dan 60% Test Bakat Skolastik (TBS) artinya perbanyaklah latihan TBS. Ini dikarenakan TBS banyak bersifat hitungan dan rumus, jadi memudahkan kita untuk mempelajarinya dengan cara menghafal pola dan rumusnya… kalo TPU itu materinya terlalu umum sehingga susah bagi kita untuk mengingat semua materinya.
  • Tetaplah bersemangat untuk mengerjakan latihan2, atau bahkan jadikan itu seperti kebiasaan anda sambil menunggu adanya penerimaan CPNS.
  • Cara latihan mengerjakan soal yang baik ialah dengan sering mengulanginya, jangan melihat lembar jawabannya dulu.. Misal latihan tahap pertama, kerjakan dengan perlahan kemudian setelah selesai beri nilai terhadap pekerjaan anda (orang lain boleh menilainya dengan melihat lembar jawaban yang ada, bila perlu anda tidak boleh tahu lembar jawabannya) bila nilai kurang dari 70% ulangi lagi. Latihan tahap Kedua, gunakan waktu dalam menjawab misalnya diberi batas waktu 60 menit untuk 50 soal.. Ulangi terus sampai anda bisa mendapat nilai minimal 70%

Bila masa penerimaan CPNS telah tiba, inilah saatnya bagi anda untuk berperang. Berikut ini ada beberapa trik yang bisa anda lakukan untuk berperang pada test CPNS… (100% Jujur) :

Sebelum pelaksanaan test

  • Lihat semua pengumuman penerimaan CPNS disetiap instansi, kumpulkan informasi penerimaan CPNS yang mencari jurusan ijazah yang anda miliki.
  • Masukkan semua berkas lamaran pada semua instansi yang mencari jurusan anda dan ambil nomor ujiannya (masukin aja dulu, nanti baru kita tentukan mau ujian dimana karena biasanya tanggal ujiannya serentak).
  • Bila pengumuman nama2 peserta CPNS telah diumumkan pilihlah di instansi mana yang jumlah pesertanya paling sedikit, yah ini karena kemungkinannya paling tinggi jadi persaingannya gak terlalu banyak.
  • Siapkan perlengkapan perang anda… Belilah perlengkapan alat tulis yang baik dan bagus, misalnya pensil 2B harus asli, papan untuk alas, penghapus karet yang bagus, pulpen, dan persiapan lainnya.
  • Pakailah jam tangan untuk mengetahui waktu saat ujian nanti.
  • Selalu berdoalah kepada Tuhan karena segala usaha yang kita lakukan akan mendapat rahmat dan ridhoNya.

Saat Pelaksanaan Test

  • Isilah identitas nama dan nomor test anda dengan benar pada lembar jawaban, perhatikan kolom2 isian yang harus dihitamkan dengan seksama jangan sampai salah, begitu pula pada saat menjawab lakukan dengan perlahan dan hati2.
  • Pada saat soal dibagikan, jangan terburu2 mengerjakan… lihatlah berapa jumlah seluruh soal dan berapa waktu yang harus dikerjakan. Faktanya waktu yang disediakan sangat mepet sekali sehingga kemungkinan besar kita tidak mungkin menjawab semua soal bila kita berfikir dengan sungguh2.. Misal 60 menit untuk 50 soal, itu berarti waktu anda hanya 1 menit 20 detik untuk tiap soal, kira2 dengan waktu tersebut sungguh susah untuk mengerjakannya dengan sangat akurat seperti latihan (kalau latihan kan sering kita ulang-ulang).

test masuk cpns

Cara Mengerjakan Soal

Cara mengerjakan yang baik adalah seperti kuiz2 di televisi gitu, ada 3 pilihan metode menjawab yaitu :

  1. Jawablah yang menurut anda kemungkinan benarnya 80-100%,
  2. Bila dalam 1 soal ada 2 jawaban yang ragu2 (50:50 kemungkinan benarnya) maka beri tanda dengan pensil dan tinggalkan, cara ini juga berlaku bila anda meragukan sebuah jawaban,
  3. Untuk soal yang sama sekali tidak anda ketahui secara pasti sebaiknya anda tinggalkan.
  • Langkah yang anda harus lakukan adalah menjawab semua soal sesuai dengan metode diatas, baca soal dengan perlahan kemudian lakukan sesuai dengan metode 1, 2, dan 3… Baca berurutan mulai dari soal 1 dampai selesai.
  • Selanjutnya kembali ke soal yang ditandai dengan pensil (metode 2) disini anda meragukan 2 jawaban atau sebuah soal yang bernilai 50:50 kemungkinan benarnya, nah anda boleh menebak salah satu dari 2 jawaban ini karena mungkin benar mungkin salah (untung2an maksudnya, tetapi nilai untung2annya 50%) Anda harus cepat mengambil keputusan karena sisa waktunya sangat pendek.
  • Langkah terakhir adalah soal yang sama sekali tidak anda ketahui, soal ini adalah soal untung2an. Ini terakhir kali dikerjakan bila sisa waktu tinggal 3-5 menit… Cara melakukannya adalah dengan melihat komposisi jawaban yang telah anda isi sebelumnya lihat mana yang paling banyak, misalnya yang paling banyak diisi adalah pilihan A. Maka isilah/hitamkanlah jawaban dari soal yang tidak anda ketahui itu dengan pilihan A semua… Misal ada sisa 20 soal yang anda tidak ketahui, maka 20 soal itu diisi A semua.
  • Pastikan tidak ada jawaban yang kosong, periksa kembali apakah nama dan nomor peserta telah benar, hapuslah tanda2 yang anda buat di lembar soal.
  • Kumpulkan pekerjaan anda..

Catatan :

Kerjakanlah soal dengan kemampuan anda sendiri, jangan melirik2 kekanan kiri atau risau dengan peserta lainnya yang sudah keluar duluan. Selalu perhatikan sisa waktu, bila sisa waktu masih mencukupi cobalah menjawab soal2 yang masih ragu menurut anda.

Semoga bermanfaat

Sumber Artikel: Bpk Irvan di  http://fansmania.wordpress.com

 

Materi terkait :

READ MORE - Tips dan Trik Lulus Test Masuk CPNS

Minggu, 14 November 2010

CPNS 2010

READ MORE - CPNS 2010

Rabu, 10 November 2010

Contoh Proposal PTK IPA

PROPOSAL PENELITIAN

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA KONSEP TEKANAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ”NUMBERED HEADS TOGETHER” DENGAN MEDIA LEMBAR DISKUSI BERGAMBAR PADA KELAS 8E SMP NEGERI 1 BATANGAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran IPA adalah salah satu ilmu dasar yang dipelajari dalam pendidikan berorientasi IPTEK. Sesuai dengan jenjang pendidikan formal yang ada, pembelajaran IPA mempunyai tujuan-tujuan mendasar dalam menanamkan dan mengembangkan konsep-konsep dasar IPA.

Pembelajaran IPA perlu menerapkan model pembelajaran PAIKEM yang memungkinkan mengembangkan pemahaman dan keterampilan dengan penekanan belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu guna menghasilkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Yang terjadi pada pembelajaran IPA konsep tekanan di kelas 8E dengan demontrasi ketika dilakukan observasi sebagai bentuk penilaian proses, belum terwujud model pembelajaran PAIKEM. Selama pembelajaran berlangsung, hanya sebagian kecil siswa yang melakukan interaksi (komunikasi) dengan teman maupun dengan guru. Ketika guru memberikan pertanyaan atau soal, tidak ada siswa dengan inisiatif sendiri maju ke depan kelas untuk menjawab. Siswa baru maju setelah ditunjuk oleh guru dan ketika maju siswa tampak kurang percaya diri.

Setelah dilakukan tes akhir (post tes), hanya sebagian kecil siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) kompetensi dasar terkait.

Dari penilaian proses maupun tes akhir menunjukkan kegagalan pembelajaran konsep tekanan pada kelas 8E baik pada proses maupun hasil belajar.

B. Identifikasi Masalah

Masalah-masalah yang ditemukan dalam pembelajaran konsep tekanan di kelas 8E meliputi :

1. Bagaimana meningkatkan interaksi antar siswa?

2. Bagaimana meningkatkan interaksi siswa 8E dengan guru?

3. Model pembelajaran apa yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan ?

4. Media apa yang perlu digunakan guru agar melibatkan siswa ?

5. Bagaimana agar guru tidak mendominasi pembelajaran?

6. Bagaimana meningkatkan kesadaran siswa menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal di depan kelas ?

7. Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa ?

8. Apa yang menyebabkab aktivitas siswa rendah ?

9. Apa yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah ?

10. Model pembelajaran dan media apa yang dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa?

C. Pembatasan Masalah

Dari berbagai masalah di atas, inti dari masalah dalam pembelajaran IPA konsep tekanan dengan metode demontrasi adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa rendah sehingga perlu ada perbaikan pembelajaran agar aktivitas siswa meningkat dan hasil belajar siswa mencapai KKM, tuntas secara klasikal. Untuk itu diperlukan tindakan kelas untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan metode dan media tertentu. Model pembelajaran yang hendak diterapkan yaitu numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar untuk pembelajaran IPA konsep tekanan pada kelas 8E tahun pelajaran 2010/2011.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran dan media pembelajaran. Model pembelajaran yang dipilih peneliti yaitu numbered head together dan media yang dipilih lembar diskusi bergambar. Penelitian sebagai upaya perbaikan pembelajaran IPA konsep tekanan pada kelas 8E tahun pelajaran 2010/2011.

Variabel terikat penelitian ini yaitu aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Aktivitas siswa yang diamati meliputi: (1) interaksi antar siswa dalam kelompok, (2) interaksi antar kelompok siswa, (3) interaksi siswa dengan guru, (4) interaksi siswa dengan media pembelajaran.

D. Rumusan Masalah

Apakah melalui model pembelajaran numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar IPA konsep tekanan pada kelas 8E SMPN 1 Batangan Tahun Pelajaran 2010/2011?

E. Tujuan

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :

1. Meningkatkan aktivitas siswa kelas 8E SMPN 1 Batangan tahun pelajaran 2010/2011 pada pembelajaran IPA konsep tekanan.

2. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas 8E SMPN 1 Batangan tahun pelajaran 2010/2011 pada pembelajaran IPA konsep tekanan.

F. Manfaat Penelitian

1. Manfaat teoritis

Mendapatkan pengetahuan tentang aktivitas belajar dan hasil belajar IPA konsep tekanan pada kelas 8E SMPN 1 Batangan Tahun Pelajaran 2010/2011 melalui model pembelajaran numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi siswa

1) Siswa sebagai subyek belajar dapat belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan,

2) Siswa mampu mencapai KKM, tuntas secara klasikal.

b. Manfaat bagi peneliti

1) Guru memiliki pengalaman dalam mengungkap masalah dan upaya mengatasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran secara efektif,

2) Guru mampu menerapkan suatu metode dengan media inovatif guna meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.


BAB II

KAJIAN TEORI

A. Kerangka Teoritis

Seorang guru harus mempertimbangkan lebih daripada sekedar apa yang terjadi di dalam pikiran siswa. Merangsang siswa belajar sains merupakan tugas yang komplek. Dalam pembelajaran sains, kita diharapkan membantu siswa belajar dengan merangsang mereka berpikir, melakukan kegiatan fisik, mengembangkan bahasa dan sosialisasi serta mengembangkan harga diri mereka dalam alokasi waktu yang tersedia.

1. Beberapa teori belajar

a. Teori Belajar Sosial

Teori belajar sosial dikembangkan oleh Albert Bandura dengan konsep dasar pemodelan ( modeling )

Ada 4 (empat) fase yakni fase atensi, fase retensi, fase produksi, fase motivasi ( Wartono , 2004:SN-36:3)

b. Teori Belajar Konstruktivis

Menurut Teori Kontruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak dapat hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan siswa menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Teori yang terkait dengan pembelajaran kontruktivis antara lain : Teori Piaget, Teori Vygotsky, Teori Bruner ( Wartono, 2004 : SN-36:9).

2. Karakteristik Siswa

Keberhasilan proses belajar mengajar antara lain dipengaruhi oleh kesesuaian antara materi pelajaran dan tingkat berfikir siswa. Menurut Piaget, setip individu akan mengalami tingkat perkembangan kognitif sebagai berikut : (1) senso motor umur 0-2 tahun; (2) Pra operasional umur 2 – 7 tahun; (3) Operasional konkrif umur 7 – 11 tahun; (4) operasional formal umur 11 tahun ke atas. ( TIM PLPG,2010: 270)

Usia siswa SMP kelas 8 berkisar 13 – 15 tahun masuk dalam katagori tingkat perkembangan kognitif operasional formal.

Disamping itu, Flavel (1963) mengemukakan beberapa karakteristik dari berpikir operasional formal yaitu :

a. Berpikir Hipotesis Deduktif

Anak dapat merumuskan banyak alternatif hipotesis dalam menanggapi masalah dan mencek data terhadap setiap hipotesis untuk membuat keputusan yang layak, tetapi anak belum mempunyai kemampuan menerima atau menolah hipotesis.

b. Berpikir Proporsional

Dalam berpikir anak dibatasi benda-benda atau peristiwa-peristiwa konkret, anak dapat menangani pertanyaan-pertanyaan, memeriksa data yang berlawanan dengan fakta.

c. Berpikir Kombinatorial

Berpikir meliputi semua kombinasi benda-benda, gagasan-gagasan , atau proporsi-proporsi yang mungkin.

d. Berfikir Refleksif

Anak berfikir sebagai orang dewasa. Ia dapat berfikir kembali pada seri operasi mentahnya dengan simbol-simbol.

(TIM PLPG, 2010 : 272)

3. Model-model Pembelajaran Inovatif

a. Model Examples Non examples

b. Picture And Picture

c. Numbered Head Together

d. Cooperative Script

e. Kepala Bernomor Struktur

f. Student Team-Achievement Divisions ( STAD )

g. Jigsaw

h. Problem Based Introduction

i. Artikulasi

j. Mind Mapping

k. Make-A Match

l. Think Pair And Share

m. Debat

n. Role Playing

o. Group Investigation

p. Talking Stick

q. Bertukar Pasangan

r. Snowball Throwing

s. Fasilitator And Explaining

t. Inside-Outside-Circle

u. Tebak Kata ( TIM PLPG,2010: 288-298)

4. Model Pembelajaran Numbered Head Together

Model pembelajaran numbered heads together dilaksanakan dengan langkah-langkah :

a. Siswa dibagi dalam kelompok , setiap siswa dalam kelompok mendapat nomor

b. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya

c. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya

d. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasamanya mereka

e. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain

f. Kesimpulan

( TIM PLPG,2010: 289)

B. Kerangka Berpikir

Berdasarkan kenyataan pembelajaran IPA konsep tekanan pada kelas 8E mengalami kegagalan dan perlu upaya perbaikan. Peneliti merencanakan perbaikan metode dengan alat peraga tertentu yang diupayakan menarik perhatian siswa dan memacu aktivitas siswa. Metode yang peneliti rencanakan yaitu numbered head together.

Dengan model pembelajaran numbered head together diharapkan:

1. Setiap siswa berusaha semaksimal mungkin menggali pengetahuan dalam kelompok masing-masing dan memiliki tanggung jawab yang besar untuk menyampaikan hasil diskusi

2. Setiap kelompok melakukan komunikasi secara efektif guna menjamin setiap anggotanya menguasai konsep / materi yang didiskusikan

3. Terjadi komunikasi dalam kelompok dan antar kelompok

4. Pemahaman konsep dimiliki oleh setiap siswa sehingga mampu meningkatkan hasil belajar setiap siswa memenuhi KKM.

Adapun skema penelitian ini sebagai berikut :

clip_image001[4]

C. Hipotesis Tindakan

Melalui model pembelajaran numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar, aktivitas belajar dan hasil belajar IPA konsep tekanan pada kelas 8E SMPN 1 Batangan Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat meningkat.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Setting Penelitian

1. Tempat Penelitian : SMPN 1 Batangan

2. Waktu Penelitian : Bulan Oktober s.d. Nopember 2010

B. Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah kelas 8E SMPN 1 Batangan tahun pelajaran 2010/2011 dengan keadaan sebagai berikut :

Jumlah siswa laki-laki = 20 siswa

Jumlah siswa perempuan = 14 siswa

Jumlah siswa keseluruhan = 34 siswa

Rentang usia siswa = 13 – 15 tahun

C. Data dan Sumber Data

Data penelitian ini terdiri atas :

1. Data aktivitas siswa

2. Data hasil belajar siswa

D. Teknik Pengumpulan Data

1. Teknik pengumpulan data aktivitas siswa melalui observasi proses belajar siswa. Agar peneliti dapat memperoleh data tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran, peneliti dibantu guru lain yaitu Taj Rosyidah,S.Pd. untuk mengamati aktivitas siswa dan mengisikan hasil pengamatan pada lembar observasi selama peneliti melakukan tindakan kelas.

2. Teknik pengumpulan hasil belajar siswa melalui tes akhir pelajaran berupa tes tertulis dengan soal essay sejumlah 5 butir soal.

E. Validitas Data

Teknik yang digunakan untuk memeriksa validitas data ini adalah triangulasi. Teknik ini digunakan karena penelitian bersifat kualitatif.

F. Teknik Analisa Data

Teknik analisa data untuk data hasil belajar siswa menggunakan daya beda item soal. Daya beda item soal dimaksudkan untuk memilih soal-soal yang memiliki daya beda baik (di atas 0,29) digunakan sedangkan soal yang memiliki daya beda dibawah 0,29 dikesampingkan.

G. Indikator Kinerja

Variabel terikat dari penelitian ini adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.

Aktivitas siswa yang dimungkinkan muncul antara lain :

1. Terjadi interaksi siswa dalam kelompok

2. Terjadi interaksi kelompok dengan kelompok lain

3. Terjadi interaksi siswa dengan guru

4. Terjadi pemanfaatan media oleh siswa

Indikator kinerja aktivitas siswa penelitian ini jika 3 di antara 4 kemungkinan aktivitas tersebut muncul dalam penelitian.

Sedangkan untuk hasil belajar siswa, indikator kinerjanya jika 75% siswa mencapai KKM.

H. Prosedur Penelitian

1. Perencanaan tindakan meliputi :

a. Observasi awal

b. Penyususnan rencana tindakan

c. Penyusunan Media

d. Penyusunan instrumen penelitian

e. Simulasi rencana penelitian

2. Pelaksanaan tindakan

Peneliti melakukan pembelajaran dengan model numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar materi tekanan pada kelas 8E dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.

3. Observasi Tindakan

Observasi tindakan dilakukan selama peneliti melakukan tindakan kelas. Obsrvasi dibantu oleh guru lain guna mengamati aktivitas siswa berpedoman dngan instrumen penelitian. Sekaligus guru tersebut mengamati peneliti dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan format supervisi dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) peneliti.

4. Refleksi

Refleksi dilakukan dalam bentuk seminar di hadapan teman sejawat meliputi guru mata pelajaran yang sama, guru BK, dan wakil siswa guna menemukan solusi pemecahan lebih lanjut.

Penelitian ini jika ternyata dalam satu siklus belum berhasil maka dilanjutkan dengan siklus-siklus berikutnya setelah peneliti melakukan kolaborasi dengan teman sejawat atau memperoleh masukan melalui seminar permasalahan.

DAFTAR PUSTAKA

Etsa Indera Irawan,dkk., Pelajaran Bilingual IPA – Fisika untuk SMP Kelas VIII, bandung, CV.Yramawidya;

Paul Suparno, 2008, Riset Tindakan Untuk Pendidikan, Jakarta, PT Grasindo;

Suhardjono, 1995, Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru, Jakarta, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis Dikbud.

Sunandar, dkk. 2010, Karya Tulis Ilmiah, Semarang, Panitia Sertifikasi Guru Rayon 39 Semarang;

TIM PLPG ,2010, Bahan Ajar Diklat PLPG Sergu –Penelitian Tindakan Kelas, Panitia Sertifikasi Guru Rayon 39 Semarang;

Wartono , 2004, Materi Pelatihan Terintegrasi SN-36 Landasan Teori dalam Pengembangan Model Pengajaran , -

--------, 2002, Pedoman Umum Pengembangan Sistem Pengujian Berbasis Kemampuan Dasar SLTP, Jakarta, Dharma Bhakti.

Disusun Oleh :

HENDRO SURYONO, S.Pd.

NIP 19711230 199903 1 006

READ MORE - Contoh Proposal PTK IPA

Selasa, 09 November 2010

Langkah Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Untuk menyusun / membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) seorang guru harus memperhatikan langkah-langkah berikut :

JUDUL :

Judul PTK hendaknya dinyatakan dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat, jelas, dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok PTK bukan sosok penelitian formal. Judul ditulis di halaman judul yang dilengkapi dengan identitas peneliti (nama dan NIP guru), lembaga/satuan pendidikan tempat guru bekerja, dan bulan serta tahun penulisan PTK.

KATA PENGANTAR

HALAMAN PERSETUJUAN (bila diperlukan, lazimnya diketahui dan ditandatangani oleh pimpinan/kepala sekolah setempat)

DAFTAR ISI

DAFTAR LAMPIRAN

ABSTRAK : (Berisi judul, nama peneliti, uraian singkat PTK. Ditulis satu spasi dengan jumlah kata kurang lebih 250 kata. Disertai kata kunci)

BAB I. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah (Dalam latar belakang permasalahan ini hendaknya diuraikan urgensi penanganan permasalahan yang diajukan itu melalui PTK. Untuk itu, harus ditunjukkan fakta – fakta yang mendukung, baik yang berasal dari observasi seorang guru selama ini maupun dari kajian pustaka. Dukungan berupa hasil penelitian –penelitian terdahulu, apabila ada juga akan lebih mengokohkan argumentasi mengenai urgensi serta signifikansi permasalahan yang akan ditangani melalui PTK yang diusulkan itu. Karakteristik khas PTK yang berbeda dari penelitian formal hendaknya tercermin dalam uraian di bagian ini.)
  2. Perumusan Masalah (Permasalahan yang diusulkan untuk ditangani melalui PTK itu dijabarkan secara lebih rinci dalam bagian ini. Masalah hendaknya benar – benar di angkat dari masalah keseharian di sekolah yang memang layak dan perlu diselesaikan melalui PTK. Sebaliknya permasalahan yang dimaksud hendaknya bukan permasalahan yang secara teknis metodologik di luar jangkauan PTK. Uraian permasalahan yang ada hendaknya didahului oleh identifikasi masalah, yang dilanjutkan dengan analisis masalah serta diikuti dengan refleksi awal sehingga gambaran permasalahan yang perlu di tangani itu nampak menjadi perumusan masalah tersebut. Dalam bagian ini dikunci dengan perumusan masalah tersebut. Dalam bagian inipun, sosok PTK harus secara konsisten tertampilkan.)
  3. Tujuan Penelitian (Tujuan PTK hendaknya dirumuskan secara jelas.paparkan sasaran antara dan akhir tindakan perbaikan.perumusan tujuan harus konsisten dengan hakekat permasalahan yang dikemukakan dalam bagian – bagian sebelumnya. Dengan sendirinya,artikulasi tujuan PTK berbeda dari tujuan formal. Sebagai contoh dapat dikemukakan PTK di bidang IPA yang bertujuan meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran IPA melalaui penerapan strategi PBM yang baru, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar mengajar dan sebagainya. Pengujian dan/atau pengembangan strategi PBM baru bukan merupakan rumusan tujuan PTK. Selanjutnya ketercapaian tujuan hendaknya dapat diverfikasi secara obyektif. Syukur apabila juga dapat dikuantifikasikan.) Disamping tujuan PTK, juga perlu diuraikan kemungkinan kemanfaatan penelitian. Dalam hubungan ini, perlu dipaparkan secara spesifik keuntungan – keuntungan yang dijanjikan, khususnya bagi siswa sebagai pewaris langsung (direct beneficiaries) hasil PTK, di samping bagi guru pelaksana PTK, bagi rekan – rekan guru lainnya serta bagi para dosen LPTK sebagai pendidik guru. Berbeda dari konteks penelitian formal, kemanfaatan bagi pengembangan ilmu. Teknologi dan seni tidak merupakan prioritas dalam konteks PTK, meskipun kemungkinan kehadirannya tidak ditolak
  4. Manfaat Penelitian (Menjelaskan manfaat penelitian ini untuk penambahan/pengembangan wawasan, manfaat aplikasi hasil penelitian bagi keberhasilan pembelajaran siswa, bagi guru, sekolah dan mungkin pihak lain yang relevan dengan pemanfaatan hasil penelitian ini)

BAB II. LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

  1. Tinjauan Pustaka (Pada bagian ini diuraikan landasan substantif dalam arti teoritik dan/atau metodologik yang dipergunakan peneliti dalam menentukan alternatif, yang akan diimplementasikan. Untuk keperluan itu, dalam bagian ini diuraikan kajian baik pengalaman peneliti pelaku PTK sendiri yang relevan maupun pelaku – pelaku PTK lain di samping terhadap teori – teori yang lazim termuat dalam berbagai kepustakaan. Argumentasi logic dan teoritik diperlukan guna menyusun kerangka konseptual. Aras kerangka konseptual yang disusun itu, hipotesis tindakan dirumuskan.)
  2. Kerangka Pemikiran
  3. Hipotesis Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN (CARA PENELITIAN)

  1. Setting Penelitian Pada bagian ini disebutkan di mana penelitian tersebut dilakukan, di kelas berapa dan bagaimana karakteristik dari kelas tersebut seperti komposisi siswa pria dan wanita, latar belakang kemampuan akademik, kesulitan-kesulitan/kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran, latar belakang sosial dan ekonomi yang mungkin relevan dengan permasalahan dan lain sebagainya. Aspek substantif kompetensi dan permasalahan yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran pada kelas yang diteliti seperti IPA atau IPS atau Matematika kelas II SMP, juga dikemukakan pada bagian ini.
  2. Subjek Penelitian (Pada bagian ini dijelaskan jumlah dan deskripsi siswa)
  3. Variabel Penelitian (faktor yang diselidiki) Pada bagian ini ditentukan variabel – variabel penelitian yang dijadikan titik – titik incar untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan siswa, guru, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan lain sebagainya; (2) variabel proses pelanggaran KBM seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya, guru, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, implementasi berbagai metode mengajar di kelas, dan sebagainya, dan (3) varaibel output seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya.
  4. Teknik pengumpulan data (Data dan Cara Pengambilannya) Pada bagian ini ditunjukkan dengan jelas jenis data yang akan dikumpulkan yang berkenaan dengan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan yang di gelar, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kekurangberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan. Format data dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya. Di samping itu teknik pengumpilan data yang diperlukan juga harus diuraikan dengan jelas seperti melalui pengamatan partisipatif, pembuatan jurnal harian, observasi aktivitas di kelas (termasuk berbagai kemungkinan format dan alat bantu rekam yang akan digunakan)penggambaran interaksi dalam kelas (analisis sosiometrik), pengukuran hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen dan sebagainya.selanjutnya dalam prosedur pengumpulan data PTK ini tidak boleh dilupakan bahwa sebagai pelaku PTK, para guru juga harus aktif sebagai pengumpul data, bukan semata – mata sebagai sumber data. Akhirnya semua teknologi pengumpulan data yang digunakan harus mendapat penilaian kelaikan yang cermat dalam konteks PTK yang khas itu. Sebab meskipun mungkin saja memang menjanjikan mutu rekaman yang jauh lebih baik. Penggunaan teknologi perekaman data yang canggih dapat saja terganjal keras pada tahap tayang ulang dalam rangka analisis dan interpretasi data.
  5. Indikator Kinerja (Pada bagian ini tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasinya untuk tindak perbaikan melalui PTK yang bertujuan mengurangi kesalahan konsep siswa misalnya perlu ditetapkan kriteria keberhasilan dalam bentuk pengurangan (jumlah, jenis dan atau tingkat kegawatan) miskonsepsi yang tertampilkan yang patut diduga sebagai dampak dari implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud.)
  6. Analisis Data (Pada bagian ini menjelaskan teknik, tata cara/prosedur dalam menganalisis data, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Bentuk/jenis data dan uji statistik yang digunakan juga dijelaskan, misalnya rumus uji statistik dan lain-lainnya)
  7. Prosedur Penelitian (langkah-langkah PTK) Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran, seperti : (1) Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan entry behavior. Pelancaran tes diagnostik untuk menspesifikasi masalah. Pembuatan scenario pembelajaran, pengadaan alat–alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain–lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Di samping itu juga diuraikan alternatif solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah, (2) Implementasi Tindakan yaitu deskripsi tindakan yang akan di gelar. Scenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan, (3) Observasi dan Interpretasi yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang, dan (4) Analisis dan Refleksi yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan siklus/daur berikutnya.

BAB IV HASIL PENELITIAN

  1. Siklus I
  2. Siklus II
  3. Siklus III
  4. Siklus berikutnya (jika ada)
  5. Pembahasan antar siklus

Uraian tiap siklus meliputi: (a) Perencanaan tindakan (Skenario pembelajaran), (b) Pelaksanaan tindakan (deskripsi proses pembelajaran), (c) Pelaksanaan observasi (sajian hasil analisis data), dan (d) Refleksi (kajian terhadap indikator kinerja terhadap hasil dan proses pembelajaran dan analisis kritis hasil tiap siklus).

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

  1. Simpulan
  2. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

 

READ MORE - Langkah Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Sabtu, 06 November 2010

Regulasi Pendidikan

READ MORE - Regulasi Pendidikan

Senin, 25 Oktober 2010

KTSP Silabus RPP semester 2

Kumpulan KTSP Silabus , RPP SMP/MTs semester 2  yang dapat didownload antara lain :

  1. Pendidikan Agama Islam kelas 7, kelas 8, kelas 9
  2. Bahasa Indonesia kelas 7, kelas 8, kelas 9
  3. Bahasa Inggris kelas 7, kelas 8, kelas 9
  4. Bahasa Jawa kelas 7, kelas 9
  5. PKn kelas 7, kelas 8
  6. IPS kelas 7, kelas 8, kelas 9 
  7. Matematika kelas 7, kelas 8, kelas 9
  8. Penjas kelas 7
  9. Aqidah Akhlaq kelas 7
READ MORE - KTSP Silabus RPP semester 2

Sabtu, 23 Oktober 2010

Contoh Silabus RPP PKn, TIK, IPS , Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berkarakter

Sekarang dunia pendidikan dituntut melakukan inovasi lagi yaitu dalam hal menyusun Silabus dan RPP yang harus mengimplementasikan pendidikan budaya dan karakter bangsa di dalamnya

Setelah mencari-cari referensi ke beberapa blog sahabat akhirnya menemukan contoh model silabus dan RPP SMP  berkarakter tersebut. Contoh di bawah ini saya ambil dari blognya Pak Nurhadi, seorang guru matematika di sebuah SMPN 2 Babat Jawa Timur yang baru saja mengikuti workshop penguatan KTSP yang salah satu materinya adalah tentang penyusunan Silabus dan RPP berkarakter selain itu juga kami lengkapi hasil Workshop MGMP PKn Kabupaten Jepara di SMPN 1 Pecangaan Jepara. Tak lupa saya ucapkan terima kasih pada pak Nur dan Pak Sa'id atas contohnya, semoga bemanfaat bagi rekan-rekan kita seprofesi.

Contoh:

  • Silabus dan RPP PKn bekarakter download
  • Download Silabus PKn berkarakter  semester dua kelas 7, kelas 8, kelas 9
  • RPP PKn Kelas 7 semester 2 berkarakter download
  • RPP PKn Kelas 8 semester 2 berkarakter download
  • RPP PKn Kelas 9 semester 2 berkarakter download
  • Silabus dan RPP TIK berkarakter download
  • Silabus dan RPP Bahasa Indonesia berkarakter download
  • Silabus dan RPP Bahasa Inggris berkarakter download
  • Silabus dan RPP IPS download

READ MORE - Contoh Silabus RPP PKn, TIK, IPS , Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berkarakter