Selasa, 24 Agustus 2010

Aplikasi Metode dan Teknik-Teknik Pembelajaran Bahasa (Indonesia)

1. Pembelajaran Mendengar

Metode pengajaran mendengarkan yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain: a. Metode Audiolingual; b. Metode Komunikatif; c. Metode Integratif.  Dari metode di atas ada beberapa teknik pembelajaran mendengarkan yang dapat diterapkan di SD, antara lain:

a) Mendengarkan Cerita

Tujuan:

Siswa dapat memaknai dengan cermat, cepat, dan tepat tentang cerita yang didengarnya. Siswa mendengarkan cerita yang diputar atau dilisankan.

Alat yang digunakan:

Kaset cerita dan tape recorder. (Kegiatan teknik pembelajaran ini dapat dilaksanakan secara persorangan maupun kelompok)

Cara pelaksanaan:

(1) guru memberikan pengantar singkat tentang pelaksanaan teknik pembelajaran hari itu,

(2) putarkanlah kaset cerita yang cocok dengan siswa,

(3) siswa mendengarkan cerita yang diputar tersebut,

(4) siswa secara berkelompok mengidentifikasikan cerita berdasarkan tempat, pelaku (siapa dengan siapa), waktu, tentang apa, mengapa, bagaimana, dan bermakna apa, (5) siswa mendiskusikan hasil identifikasi ke dalam kelompok,

(6) siswa melaporkan hasil diskusi tersebut di depan kelas dan kelompok lain memberikan penilaian,

(7) siswa menyimpulkan dan merefleksi pembelajaran yang mereka lakukan pada hari itu.

b) Mendengarkan Berantai

Tujuan:

Siswa dapat memahami informasi yang dibisikkan oleh temannya dengan cermat, cepat, dan tepat. Siswa mendengarkan informasi yang disampaikan teman kemudian menyampaikan informasi yang didengar ke teman sebelahnya secara berantai dalam kelompok.

Alat yang digunakan:

Catatan informasi singkat, panjang, dan tidak beraturan (ada tiga catatan informasi yang direkayasa). (Kegiatan teknik pembelajaran ini dapat dilaksanakan secara kelompok)

Cara pelaksanaan:

(1) guru memberikan pengantar singkat tentang pelaksanaan teknik pembelajaran hari itu,

(2) siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan anggota per kelompok sama jumlahnya,

(3) siswa dalam kelompok diatur dengan berjajar ke samping atau ke belakang,

(4) setelah posisi siswa sesuai dengan yang diharapkan, guru memanggil siswa yang paling depan atau paling kanan/kiri untuk membaca catatan informasi yang ditunjukkan guru secara rahasia,

(5) siswa yang menerima informasi tersebut secara cepat membisikkan informasi ke teman belakangnya atau sampingnya (berdasarkan posisi kelompok),

(6) secara berantai siswa membisikkan ke teman berikutnya secara bergantian,

(7) siswa yang paling belakang mengucapkan dengan keras informasi yang diterimanya dari teman depannya,

(8) siswa depan mencocokkan dengan informasi yang asli

(9) berikutnya, guru dapat mengulang dengan informasi yang berjenis-jenis (beberapa informasi) ke dalam satu kelompok secara bertahap,

(10) siswa menyimpulkan tentang kegiatan yang baru mereka laksanakan dan merefleksi pembelajaran yang mereka lakukan pada hari itu.

2.  Pembelajaran Berbicara

Metode Pengajaran berbicara yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain:

a. Metode Audiolingual;

b. Metode Produktif;

c. Metode Langsung;

d. Metode Komunikatif;

e. Metode Integratif;

f. Metode Partisipatori.

Dari metode di atas ada beberapa teknik pembelajaran berbicara yang dapat diterapkan di SD, antara lain:

a) Bermain Peran

Tujuan:

Siswa dapat memerankan tokoh tertentu dengan ucapan yang tepat. Siswa menirukan gaya tokoh yang diidentifikasikan dengan ucapan yang mirip atau sama.

Alat yang diperlukan:

Lembar folio kosong. (Kegiatan dilakukan secara perorangan).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu,

(2) siswa membagi diri ke dalam kelompok,

(3) siswa mengidentifikasikan tokoh yang akan diperankan,

(4) siswa memerankan tokoh di depan kelompok lain,

(5) kelompok lain memberi komentar tentang peran dari anggota kelompok lain,

(6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu

b) Cerita Berangkai

Tujuan:

Siswa dapat melanjutkan cerita yang disampaikan temannya dengan tepat dan dalam lingkup topik yang sama. Satu kelompok (5 orang) berdiri di depan kelas kemudian bercerita tentang topik tertentu yang diawali dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri.

Alat yang diperlukan:

Buku catatan (Kegiatan dilakukan secara perorangan).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu,

(2) siswa membagi kelompok,

(3) kelompok menentukan topik yang akan dibawakan di depan kelas,

(4) siswa bercerita secara berangkai di depan kelas,

(5) kelompok lain memberi komentar tentang cerita berangkai temannya,

(6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

c) Menerangkan Obat/Makanan/Minuman/Benda Lainnya

Tujuan:

Siswa dapat menjelaskan sesuatu secara runtut dan benar. Siswa menerangkan sebuah benda yang sudah mereka kenal. Dalam waktu singkat mereka menerangkan mengenai karakter benda tersebut. Benda dapat berupa minuman, obat-obatan, makanan, tas, sepatu, dan lain-lain.

Alat yang diperlukan:

Botol obat, botol minuman, makanan instant, tas, bolpoint, dan lain-lain. (Kegiatan dilakukan secara kelompok).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu,

(2) siswa mengambil benda yang mereka kenal,

(3) dalam waktu dua menit, secara bergantian siswa menerangkan karakteristik benda yang mereka bawa ke dalam kelompok,

(4) siswa lain memberi komentar tentang penjelasan temannya,

(5) siswa merefleksikan proses pembelajaran yang mereka alami,

(6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

3.  Metode Pembelajaran Membaca

Metode pengajaran membaca yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain: a. Metode Membaca b. Metode Komunikatif c. Metode Integratif d. Metode Tematik e. Metode Kuantum f. Metode Partisipatori  Dari metode di atas ada beberapa teknik pembelajaran membaca yang dapat diterapkan di SD, antara lain:

a) Mengubah Bacaan ke dalam Gambar

Tujuan:

Siswa dapat memaknai bacaan dengan cara membuat gambar menurut persepsinya. Siswa membaca sebuah bacaan. Kemudian, siswa membuat gambar yang dapat menampung isi bacaan.

Alat yang digunakan:

Teks bacaan dan alat tulis menulis. (Kegiatan tersebut dapat dilakukan perseorangan maupun kelompok).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan pengantar mengenai teknik pembelajaran mengubah bacaan ke dalam gambar,

(2) guru membagikan teks bacaan kepada masing-masing siswa,

(3) siswa mulai membaca, setelah itu langsung menuangkan ke dalam gambar,

(4) siswa memberikan makna gambar tersebut,

(5) siswa mempresentasikan hasil pemaknaan yang mereka buat,

(6) siswa lain mengomentari presentasi temannya,

(7) guru memberikan refleksi hasil pembelajaran hari itu.

b) Membaca Bergantian

Tujuan:

Tujuan teknik pembelajaran membaca bergantian adalah agar siswa dapat membaca bersuara sesuai dengan intonasi dan lafal dengan tepat. Siswa dengan bersuara membaca tiap paragraf secara bergantian dengan pasangannya.

Alat yang diperlukan:

Teks bacaan. (Kegiatan ini dilakukan secara berpasangan).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan penjelasan singkat tentang pembelajaran hari itu,

(2) guru mengajak siswa untuk berpasangan,

(3) siswa membuka buku bacaan dan membaca pada bab yang sudah ditentukan dengan bersuara,

(4) siswa (pasangannya) menyimak dan memberikan penilaian kepada pasangannya yang sedang membaca,

(5) siswa saling berdiskusi mengenai kekurangan masing-masing baik intonasi dan lafal dalam membaca,

(6) siswa mengomentari hasil pembelajaran tersebut,

(7) guru merefleksikan kegiatan hari itu.

c) Membaca Memindai

Tujuan:

Siswa dapat menemukan secara cepat kata, nomor, lambang, dan apa saja yang dibutuhkan dari daftar panjang, pengumuman, iklan, daftar telepon, dan nomor acak. Siswa dalam melakukan kegiatan membaca disuruh menemukan nomor, gambar, atau kata yang dianggap penting.

Alat yang digunakan:

Daftar kata, nomor, gambar, atau simbol. (Kegiatan dilakukan secara perorangan).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan sedikit pengantar tentang teknik membaca memindai,

(2) guru memberikan daftar kata, nomor, atau simbol (pilih salah satu),

(3) siswa mengidentifikasi daftar sambil memberi tanda garis bawah pada yang dianggap penting berdasarkan pertanyaan yang diberikan, misalnya

cari nomor telepon 4266532,

(4) siswa melaporkan hasilnya di depan kelas,

(5) siswa lain mengomentari hasil presentasi temannya,

(6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

d) Membaca Ekstensif

Tujuan:

Siswa dapat mengintegrasikan isi bacaan dari berbagai bacaan dalam topik yang sama. Siswa menjelaskan inti bacaan menurut persepsinya masing-masing setelah membaca topik yang sama dari berbagai bacaan (koran, majalah, buku teks, dan buku pengetahuan tentang topik yang sama).

Alat yang digunakan:

Berbagai macam bacaan yang berbeda-beda dalam topik yang sama.

Cara menerapkannya:

(1) guru memberikan penjelasan mengenai teknik pembelajaran membaca ekstensif,

(2) guru memberikan masing-masing siswa bacaan dengan topik yang sama, antara siswa yang satu dengan yang lain tetapi berbeda sumber (ada yang dari koran, majalah, dsb),

(3) dalam waktu tertentu bacaan secara bergilir saling dipertukarkan,

(4) siswa memberikan penjelasan inti dari masing-masing bacaan yang mereka baca,

(5) siswa lain memberikan tanggapan mengenai penjelasan temannya,

(6) guru memberikan refleksi kegiatan hari itu.

4. Metode Pembelajaran Menulis

Metode pengajaran menulis yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain: a. Metode Produktif b. Metode Komunikatif c. Metode Integratif d. Metode Tematik e. Metode Kuantum f. Metode Partisipatori g. Metode Konstruktif.  Dari metode di atas ada beberapa teknik pembelajaran berbicara yang dapat diterapkan di SD, antara lain:

a) Menulis dari Gambar

Teknik pembelajaran menulis dari gambar bertujuan agar siswa dapat menulis dengan cepat berdasarkan gambar yang dilihat. Misalnya, guru menunjukkan gambar kebakaran yang melanda sebuah desa. Dari gambar tersebut siswa dapat membuat tulisan secara runtut dan logis berdasarkan gambar. Alat yang dibutuhkan adalah gambar-gambar yang bervariasi sesuai dengan tema pembelajaran, yang berukuran sama dengan kalender besar. Teknik ini dapat dijalankan secara persorangan maupun secara kelompok

Cara menerapkan:

(1) guru menyampaikan pengantar,

(2) guru menempelkan beberapa gambar di depan kelas,

(3) setelah siswa melihat gambar tersebut, siswa mulai mengidentifikasi gambar dan dari identifikasi itu siswa membuat tulisan secara runtut dan logis,

(4) guru bertanya kepada siswa tentang alasan tulisan yang dibuatnya, dan

(5) guru merefleksikan pembelajaran tersebut.  Upayakan gambar yang disajikan sesuai dengan tema pembelajaran yang dipelajari pada minggu itu. Guru dapat memilih gambar yang cocok dengan karakteristik kelas. Gambar yang telah digunakan siswa dapat ditarik kembali untuk bahan pembelajaran berikutnya.

b) Menulis Objek Langsung

Tujuan:

Agar siswa dapat menulis dengan cepat berdasarkan objek yang dilihat. Guru menunjukkan objek kepada siswa di depan kelas, misal boneka, vas bunga, mobil-mobilan, dan lain-lain. Dari objek tersebut siswa dapat membuat tulisan secara runtut dan logis berdasarka objek yang dilihatnya. Alat yang dibutuhkan adalah objek-objek yang bervariasi sesuai dengan tema pembelajaran. Teknik ini dapat dijalankan secara perseorangan maupun secara berkelompok.

Cara menerapkan:

(1) guru menyampaikan pengantar,

(2) guru memajang beberapa objek di depan kelas,

(3) setelah siswa melihat objek tersebut, siswa mulai mengidentifikasi objek,

(4) siswa membuat tulisan secara runtut dan logis,

(5) guru bertanya kepada siswa tentang alasan tulisan yang dibuatnya, dan

(6) guru merefleksikan pembelajaran tersebut.

c) Pembandingan Objek Langsung

Teknik pembelajaran ini bertujuan agar siswa dapat menulis perbandingan berdasarkan objek yang dilihat. Misalnya, guru menunjukkan dua benda (objek) yang sama tetapi berbeda bentuk, warna, fungsi, dan lain-lain. Siswa menulis dengan cara membandingkan dua objek yang telah diidentifikaikannya. Dari objek tersebut siswa dapat membuat tulisan secara runtut dan logis berdasarkan objek yang dilihat.

Alat yang dibutuhkan

adalah benda-benda yang bervariasi sesuai denga tema pembelajaran. Teknik ini dapat dijalankan baik perorangan maupun kelompok.

Cara menerapkan:

(1) Guru menyampaikan pengantar,

(2) guru memajang dua benda  (objek) yang sama namun lain warna, fungsi, bentuk, dan lain-lain di depan kelas,

(3) setelah siswa melihat objek tersebut, siswa mulai mengidentifikasi objek,

4) siswa menulis perbandingan secara runtut dan logis,

(5) guru bertanya kepada siswa tentang alasan tulisan yang dibuatnya.

(6) guru merefleksikan pembelajaran tersebut.

d) Meneruskan Tulisan

Dari teknik pembelajaran meneruskan tulisan, diperoleh kemampuan siswa dalam melengkapi ide atau gagasan secara baik dalam sebuah tulisan melalui penambahan beberapa paragraf. Dalam proses melengkapi tersebut, siswa berada dalam kondisi senang, ceria, dan penuh dengan tantangan dalam komunitas belajar yang kompetitif.

Alat yang digunakan adalah lembaran fotokopi tulisan yang belum selesai gagasannya, (tulisan tersebut semestinya 10 paragraf tetapi yang 3 paragraf terakhir dibuang) kemudian siswa menambahkan paragraf sesuai dengan idenya. Fotokopi sesuai dengan jumlah siswa. Pelaksanaan teknik ini dapat berupa persorangan atau kelompok.  Biasakan sebelum memulai, siswa dikondisikan melalui kegiatan persepsi lewat berbagai cara, misalnya nyanyian, puisi, permainan, dan gerakan. Dalam pelaksanaan teknik ini :

(1) guru memberikan persepsi atau pengantar,

(2) bagi kelompok (kalau penerapannya dalam kelompok),

(3) guru memberikan rambu-rambu pelaksanaan,

(4) guru memberikan lembar fotokopi kepada siswa,

(5) setelah diberi waktu dan aba-aba, siswa mengerjakan tugas berupa meneruskan tulisan yang belum selesai dengan idenya sendiri

(6) setelah waktu yang diberikan habis, siswa melaporkan hasilnya di depan kelas,

(7) guru bertanya kepada siswa alasan tulisan tersebut, dan

(8) guru merefleksikan hasil kegiatan tersebut.

Sumber : Modul KKG BERMUTU  Bahasa Indonesia SD

1 comments: "Aplikasi Metode dan Teknik-Teknik Pembelajaran Bahasa (Indonesia)"

said abu mengatakan...

gan buku apa aja tentang teknik cerita berantai,?

Poskan Komentar