Selasa, 24 Agustus 2010

Peningkatan Kompetensi Siswa Dalam Pembelajaran PKn Melalui CTL

Dibiayai oleh: Direktur Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor : 725 C/8104/P2TK & KPT/2005 Tanggal 16 Juni 2005 Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi (PPTK dan KPT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional

Kokom Komalasari, S.Pd., M.Pd., Yusuf Haryasa, S.Pd. M.M. dan Dra. Andayaningsih

Penelitian tindakan kelas ini beranjak dari permasalah yang dihadapi oleh guru PKN Kelas VII-1 SMP Negeri 44 Bandung sebagai berikut: 1) Siswa menganggap mata pelajaran PKN menjemukan karena berisi konsep-konsep yang harus dihapal; 2) Siswa menghapal konsep-konsep dari buku teks PKN, bukan mengalami dan menemukan sendiri melalui penugasan inquiry, sehingga mudah lupa (tidak berbekas); 3) Siswa hapal konsep-konsep dalam PKN, tetapi tidak memahami maknanya (Verbalisme); 4) Siswa mengetahui konsep tetapi tidak memahami bagaimana penerapan konsep dalam memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitarnya; 5) Guru berorientasi pada target hasil dan mengabaikan proses belajar siswa menuju penguasaan materi.

Untuk itu perlu perbaikan mutu pembelajaran PKN, maka dilakukan kolaborasi antara guru pelajaran PKN dengan dosen LPTK untuk mengadakan classroom action research pembelajaran PKN di Kelas VII-1 SMP Negeri 44 Bandung, dimana disepakati bersama bahwa untuk memperbaiki mutu pembelajaran PKN dalam upaya meningkatkan kompetensi kewarganegaraan siswa dalam civic knowledge, civic dispositions dan civic skills perlu diterapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)

Penelitian dilakukan di kelas VII.1 SMPN 44 Bandung dengan jumlah siswa 38 orang dan melibatkan 2 orang guru PKN dan 1 dosen LPTK. Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus, karena setelah siklus ketiga proses dan hasil pembelajaran telah sesuai dengan harapan atau tujuan yang ingin dicapai. Masing-masing siklus menggunakan tahapan dari Hopkins (1992) yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, Refleksi, dan Tindak Lanjut Kegiatan. Siklus 1 menerapkan metode cooperative learning dengan media berupa lembar pertanyaan, siklus 2 metode cooperative learning, analisis gambar dan pemecahan masalah, siklus ke 3 cooperative learning dan analisis artikel surat kabar.

Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa : 1) Pendekatan Contextual Teaching and Learning dapat digunakan sebagai sarana peningkatan kompetensi kewarganegaraan siswa dalam keseluruhan aspek, meliputi pengetahuan (civic knowledge), sikap (civic disposition), dan keterampilan (civic skill); 2) Penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning sebagai sarana peningkatan kompetensi kewarganegaraan siswa dapat efektif jika didukung oleh kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning, kemampuan guru dalam menerapkan Contextual Teaching and Learning di kelas, pelibatan aktivitas siswa secara proporsional di dalam proses pembelajaran, daya dukung iklim kelas yang kondusif dan sarana-prasaran pembelajaran yang memadai (diantaranya media pembelajaran yang menarik minat belajar dan penataan ruangan kelas untuk belajar kelompok).

Keberhasilan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning dapat dilihat dari adanya: 1) Respon positif siswa dalam penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning; 2) Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning; 3) Peningkatan kompetensi siswa dalam aspek pengetahuan, sikap, keterampilan kewarganegaraan.

Penelitian ini berhasil melakukan perbaikan dalam strategi pembelajaran menuju ke arah student centered, dan metode pembelajaran lebih bervariasi melalui cooperative learning, pemecahan masalah, analisis gambar dan artikel. Oleh karena itu, maka perlu diteruskan kolaborasi antara guru dengan dosen LPTK dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas untuk memperbaiki mutu pembelajaran di sekolah. Dan penerapan Pendekatan pembelajaran PKN berbasis Contextual Teaching and Learning perlu diterapkan oleh guru PKN di kelas lain, bahkan pada mata pelajaran lain.

0 comments: "Peningkatan Kompetensi Siswa Dalam Pembelajaran PKn Melalui CTL"

Poskan Komentar